Aksi Simpatik Mahasiswa Riau Refleksi 89 Tahun Sumpah Pemuda Indonesia

Dibaca: 5504 kali  Sabtu,28 Oktober 2017
Aksi Simpatik Mahasiswa Riau Refleksi 89 Tahun Sumpah Pemuda Indonesia
Ket Foto : Aksi dilakukan tepat ditengah Simpang 4 Mall SKA, Pekanbaru pada sabtu (28/10/2017) petang.

RADARPEKANBARU.COM -(28/10/2017) bersempena dengan hari Sumpah Pemuda dan berangkat dari asas persatuan gerakan mahasiswa Riau atas tindak represifitas yang dilakukan oleh aparat kepolisian, maka aliansi mahasiswa Universitas se-lingkungan Riau menggelar aksi simpatik untuk 4 rekan mahasiswa Indonesia yang ditahan oleh Polda Metro Jaya. Aksi tersebut dilakukan tepat ditengah Simpang 4 Mall SKA, Pekanbaru pada sabtu (28/10/2017) petang.

Koordinator lapangan, Dedy Prianto menyatakan bahwa "Melalui momentum ini, kami sampaikan kepada mahasiswa dan masyarakat Riau juga Indonesia, bahwa demokrasi di Indonesia telah mati",  ujar Dedy.

Menarik perhatian, aksi simpatik kali ini diwarnai dengan penampilan teatrikal dari rekan mahasiswa Universitas Abdurrab dengan properti pocong atau mayat yang ditangisi bersamaan dengan pembacaan puisi-puisi sindiran kepada pemerintah, teatrikal tersebut menggambarkan bahwa telah matinya demokrasi pada rezim Jokowi-JK, setelah itu properti yang mirip pocong tersebut diletakkan diatas Tugu Selamat Datang Simpang 4 Mall SKA beserta spanduk yang bertuliskan "Surat Jaminan Mahasiswa". 

Selain teatrikal, aksi simpatik kali ini juga diisi dengan gerakan 1001 surat jaminan tahanan yang disebar dan diisi langsung oleh masyarakat sekitar kota Pekanbaru yang nantinya akan ditujukan kepada Polda Metro Jaya, spanduk-spanduk propaganda, orasi dari setiap perwakilan kampus dan pengucapan sumpah pemuda secara serentak yang dipandu oleh Presiden Mahasiswa BEM UR.

"Hari ini tepat pada tanggal 28 oktober 2017, sebagai momentum refleksi 89 tahun sumpah pemuda Indonesia, maka bagi mahasiswa Indonesia yang tidak tersentuh dan bergetar hatinya serta peduli terhadap 4 rekan mahasiswa Indonesia yang saat ini telah ditahan di Polda Metro Jaya, ganti saja almamatermu dengan kain kafan", ungkap Rinaldi dalam orasinya.

Dengan adanya rasa kepedulian di dalam hati, maka seluruh aliansi mahasiswa dari Riau menuntut untuk segera membebaskan 4 mahasiswa Indonesia yang masih ditahan di Polda Metro Jaya dan Meminta pemerintahan Jokowi-JK untuk segera mundur. Aksi ini diakhiri dengan bubarnya massa aksi secara tertib dan kembali ke kampus masing-masing.

Harapan dari aliansi mahasiswa Riau ialah segera dibebaskannya 4 rekan mahasiswa Ardi S (IPB), Ihsan M (STEI SEBI), Wildan Wahyu Nugroho (Koordinator Pusat BEM SI) dan Panji Laksono (Presiden Mahasiswa IPB) yang hingga hari ini masih mendekam di Polda Metro Jaya. (rls/bem/ur)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »