Mahasiswa Universitas Riau Sering Demo Jokowi, Rektor Terima Bantuan Pendidikan Rp400 Juta Dari BUMN

Dibaca: 9194 kali  Sabtu,28 Oktober 2017
Mahasiswa Universitas Riau Sering Demo Jokowi, Rektor Terima Bantuan Pendidikan Rp400 Juta Dari BUMN
Ket Foto : Penyaluran bantuan diberikan BUMN langsung  masing-masing senilai Rp200 juta, oleh Direktur Utama Pelindo 1 Bambang Eka Cahyana dan  Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto kepada Rektor UR UR Prof. Dr. Ir Aras Mulyadi DEA, di Gedung Rektorat

RADARPEKANBARU.COM - Belakangan ini aktivis Universitas Riau gencar mengkritik pemerintahan Jokowi melalui sejumlah aksi unjuk rasa.

Diantaranya Mahasiswa Universitas Riau, Aditya Putra Gumesa yang juga merupakan salah seorang massa aksi demo bertepatan dengan 3 tahun kepemimpinan Jokowi-JK dan sempat ditahan oleh Polda Metro Jaya, Jumat (20/10/2017) lalu.

Berikut cerita disampaikan oleh Aditya Putra Gumesa, mahasiswa Universitas Riau (Unri) menceritakan pengalamannya saat ditangkap.

Aditya mengakui, mereka melakukan aksi hingga pukul 23.00 WIB. Namun ia menyebutkan, tidak ada tindakan anarkis dilakukan mahasiswa.

Ia menceritakan, tujuan massa aksi hanya satu, menunggu Presiden Jokowi untuk segera menemui ribuan mahasiswa. Jokowi dikabarkan sudah berada di Istana Negara pada pukul 8 malam, usai mengunjungi Lombok.

"Pukul 17.00 WIB, kita sudah berhenti orasi, sejam kemudian, kita Salat Maghrib, kita lanjutkan dengan salawat, bahkan polisi ikut salawat bersama kami," ceritanya. 

Namun, saat salawat dikumandangkan, kepolisian terus menambah jumlah pasukan hingga tiga lapis. Akhirnya pasukan tersebut mengepung mahasiswa hingga terjepit di depan kantor Menteri Puan Maharani. Tidak bisa bergerak lagi.

"Kita hanya duduk tidak ada anarkis, bahkan mahasiswa yang membawa kayu dan lain sebagainya, kita serahkan kepada kepolisian sebagai bentuk koperatifnya kami," tuturnya saat bercerita ketika berunjuk rasa dengan mahasiswa lainnya di depan Mapolda Riau, Selasa sore, 24 Oktober 2017. 

Aditya juga menuding kepolisianlah memulai provokasi. Pasalnya, kepolisian mulai melempari massa dengan batu. " "kita dilempari batu, tapi kita tidak membalas. Kita hanya lari, karena memang koordinasi dari pusat melarang kami untuk membalas," jelasnya. 

Saat demo, tuturnya, Aditya menjadi Koordinator Lapangan Mahasiswa Sumatera. Saat aksi dilempari batu itulah, ia terjatuh selanjutnya ditangkap polisi, karena dianggap provokator.

"Saya ditangkap dengan cara sangat tidak manusiawi, saya dijambak, dipukul, diludahi, dan dicakar aparat bahkan saat saya sudah berada di dalam mobil, penganiayaan masih berlanju. Ini bukti cakarannya," kata Aditya sambil menunjukkan bekas cakaran di lengan kangannya.

Ia juga membantah ada pengrusakan fasilitas umum oleh mahasiswa, seperti dituduhkan aparat, bahkan idirnya dan kawan-kawan mahasiwa lain melihat polisi sendiri merusak tameng mereka.

"Mereka menuduh kami sebagai perusak fasilitas umum, hanya dengan memperlihatkan foto kami berjalan di depan pagar, dan di sana tidak ada terlihat bahwa kami sedang merusaknya," tegasnya.

Saat penyelidikan pun, Aditya mengakui ada intimidasi anggota Polisi. Ia dipaksa mengakui, rekan-rekannya merupakan provokator.

"Perlu saya sampaikan, mereka bukan provokator, kalau memang mereka provokator, maka semuanya provokator, silahkan tangkap semuanya," katanya mengulangi perkataannya saat di depan penyidik.

Mahasiswa Unri ini mengakui, ia bisa bebas setelah didatangkan pengacara oleh senior dan teman-temannya. Meski bebas, ia diharuskan melapor ke kepolisian setiap senin dan kamis.

Unjuk rasa kemarin sore diwarnai bakar ban oleh mahasiswa, mereka kemudian membentuk pagar hidup di sekeliling ban tersebut. Kepolisian tidak melakukan tindakan apa-apa hingga ban tersebut habis terbakar

Universitas Riau Terima Bantuan Pendidikan Rp400 Juta Dari Dua BUMN

Uniknya baru pertama era presiden Jokowi  Universitas Riau menerima bantuan pendidikan melalui dua BUMN, PT Pelabuhan Indonesia 1 dan Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI/AirNav Indonesia), dengan total bantuan sebesar Rp400 juta.

Penyaluran bantuan diberikan BUMN langsung  masing-masing senilai Rp200 juta, oleh Direktur Utama Pelindo 1 Bambang Eka Cahyana dan  Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto kepada Rektor UR UR Prof. Dr. Ir Aras Mulyadi DEA, di Gedung Rektorat UR, Sabtu (28/10).

Hadirnya dua Perusahaan milik negara itu di Universitas Riau dalam rangka program kegiatan BUMN hadir di kampus.

Yang juga diselenggarakan serempak di 28 perguruan tinggi di seluruh Indonesia bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

"Kami berterimakasih UR menjadi salah satu PTN yang ditunjuk untuk kegiatan pengenalan BUMN. Untuk sumbangan pendidikan yang diberikan akan dimanfaatkan sebesar-besarnya," ujar Rektor UR Prof. Dr. Aras Mulyadi, DEA.

Kehadiran BUMN Pelindo I dan AirNav, kata Rektor, menambah dinamika pengetahuan dalam mengembangkan sayap untuk menghasilkan inovasi teknologi sesuai dengan yang diamanatkan Presiden Joko Widodo.

Kemudian, Dua BUMN menyalurkan bantuan beasiswa sebesar Rp2,5 juta masing-masing kepada dua mahasiswa berpestrasi. Kemudian disalurkan juga  100 bibit tanaman kehidupan untuk menambah kaasrian Universitas Riau.

Hadirnya di tengah Ratusan Mahasiswa UR Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana membuka dialog interaktif mulai dari pemaparan materi, sesi tanya jawab bahkan saran dan kritisi mahasiswa terhadap BUMN.

Kuis bagi-bagi sepeda, laptop, handphone serta uang tunai mewarnai aksi pengenalan seputar BUMN yang mengundang antusiasme ratusan Mahasiswa UR.

Ada 141 BUMN Indonesia, sebut dia, membutuhkan tenaga ahli dan profesional sesuai dengan bisnis utama masing-masing untuk menunjang daya saing di tingkat global.

Bambang menaruh harapan besar terhadap Mahasiswa UR, agar mempunyai semangat belajar dan berpestrasi. Karena menurutnya dengan menetapkan standar penjaringan pegawai yang cukup selektif di BUMN akan memompa semangat mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi diri.

"Dalam indeks pengembangan sumberdaya kita sebenarnya masih kalah dari luar. Untuk itu, Mahasiswa kalian harus menjadi mahasiswa terbaik," ujarnya pula.

Dijelaskannya, peran generasi muda bagi Indonesia akan semakin krusial dalam proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Saat ini, Indonesia memiliki 40,8 persen angkatan kerja produktif dan diprediksi akan mencapai puncak keemasannya pada tahun 2030 mendatang.

"Pelindo I membutuhkan generasi emas ini sebagai motor utama peningkatan layanan kami agar dapat memenangkan persaingan di level internasional," tuturnya pula.

Sementara, Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto menambahkan BUMN Indonesia terus tumbuh pesat seiring dengan visi untuk menunjang pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Pada tahun 2016, pendapatan 141 perusahaan BUMN mencapai Rp1.802 triliun, di tahun berjalan 2017 ini telah meningkat menjadi Rp2.116 triliun," ujarnya. (Uje/Ant/roc)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »