Dari 269 Karya Puisi, Buku Ramon Damora 'MASUK 16 BESAR INDONESIA'

Dibaca: 6135 kali  Jumat,20 Oktober 2017
Dari 269 Karya Puisi, Buku Ramon Damora 'MASUK 16 BESAR INDONESIA'
Ket Foto : Buku Puisi Benang Bekas Sungai, Karya Ramon Damora. (Foto : Ist)

RADARPEKANBARU.COM-Luar biasa. Dari 269 peserta para sastrawan dan penyair yang memiliki nama besar di Indonesia yang mengikuti sayembara HPI (Hari Puisi Indonesia), salah satu pentolan penyair Kepri, Ramon Damora, dengan bukunya yang berjudul “Benang Bekas Sungai” masuk peringkat ke 16, ketika pengumuman nominsi dan pemenangnya diseremonikan pada Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia, di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, (04/10/2017).

Ramon, yang juga Ketua PWI Kepri itu mengatakan, “Benang Bekas Sungai” dipilihnya sebagai judul, karena sejumlah alasan estetik. Diantaranya, ada banyak judul puisi dalam buku itu, Ia memilih idiom-idiom kain. Misalnya ada judul Teluk Belanga, Sajadah, Batik, Kain Kafan, dan sebagainya.

“Benang adalah inti dari kain, yang merajut, yang menyulam, yang menjahit, dan sebagainya. Saya mengandaikan metafora benang untuk menjahit berbagai tema dalam buku ini, yaitu tema Tuhan, Sosial, Cinta, Kemanusiaan, dan lain-lain,” ungkapnya, melalui WhatsApp, Jumat, (13/10/2017) dini hari.

Sang pencipta salah satu puisi berjudul “Syair Orang Kampung” itu menerangkan, bahwa isi dari buku tersebut (Benang Bekas Sungai, Red) banyak diapresiasi beberapa sajak tentang Rohingya. Misalnya, ada puisi tentang khasaya, pakaian biksu Budha di Myanmar.

Dalam sajak itu paparnya, kain khasaya biksu itu Ia buat seolah-olah bisa berbicara. Kain biksu itu sedih, selama ini dia menemani pencaharian Budha, tapi di Rohngya dia hanya pembungkus tubuh zalim.

Sebenarnya kata Ramon, ia baru pertama kali ini mengikuti sayembara HPI, karena menurutnya, Ia tidak begitu suka ikut ajang lomba, kecuali yang memang sangat menantang.

“Tapi karena 5 (lima) tahun sayembara HPI itu, sekarang sudah punya tradisi luar biasa, dan selalu diikuti para sastrawan ternama se-Indonesia dan menjadi yang paling dinanti-nanti oleh para penyair, membuat saya tertarik sekali untuk ikut tahun ini, yang pesertanya membludak, 269 peserta,” ungkapnya lagi.

Cerita Ramon, pada sayembara itu banyak sekali kejutan, karena nama-nama besar tersingkir di awal, sedangkan nama-nama baru dan bagus-bagus bermunculan. Yang tidak dijagokan menang, justru yang diharap-harap tumbang. Begitulah romantika sebuah perlombaan.

Tapi katanya, juri-juri sayembara HPI adalah para dewa sastra, seperti Presiden Penyair Indonsia, Sutardji Calzoum Bachri, Abdul Hadi WM, Maman S Mahayana, dimana diketahui mereka adalah para pembaca dan pengadil yang sangat terpercaya, sehingga apapun keputusannya nyaris tak ada perdebatan.

Sayangnya, tahun ini setahu Ramon, para penyair di Kepri tidak ada yang ikut, kecuali dirinya. Namun itu dipahaminya, karena membuat sebuah buku puisi memang tidak mudah, dan ini menjadi tantangan bersama.

Sebagai masyarakat Kepri, sudah selayaknya merasa bangga memiliki penyair seperti Ramon Damora yang baru pertama kali mengikuti, sudah mencapai peringkat 16 besar Indonesia, dan Ia berazam untuk ikut lagi tahun depan.

Dengan kerendahan hatinya, Ramon menganggap dirinya masih harus banyak lagi belajar, dan paling tidak dari pemenang setiap tahun, Ia mulai tahu bagimana sebenarnya sebuah buku puisi yg baik. (SK-MU)

/sijorikepri/

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »