Tak Terima Rekannya Dipukul, Pengemudi Gojek Ngamuk Hancurkan Mobil Taksi di Pekanbaru

Dibaca: 6767 kali  Minggu,20 Agustus 2017
Tak Terima Rekannya Dipukul, Pengemudi Gojek Ngamuk Hancurkan Mobil Taksi di Pekanbaru
Ket Foto : Tak Terima Rekannya Dipukul, Pengemudi Gojek Ngamuk Hancurkan Mobil Taksi di Pekanbaru

RADARPEKANBARU.COM - Seratusan pengendara transportasi sepeda motor Gojek di Pekanbaru mengamuk dengan menghancurkan dan mengejar sejumlah mobil taksi konvensional di Simpang Mal SKA, Pekanbaru, Minggu malam.
     
"Saya dari numpang taksi teman lalu dikejarnya. Setelah saya turun saya lihat, mobil taksi saya juga sudah hancur. Dihancurkan orang ramai," kata seorang sopir taksi konvensional, Januar (53) di Pekanbaru, Minggu.
     
Pada kejadian usai Maghrib itu, terlihat pengemudi Gojek melampiaskan kemarahannya kepada taksi konvensional. Mereka memukul taksi dengan helm dan alat lainnya hingga ada mobil taksi yang pecah.
     
Aksi tersebut membuat suasana ricuh di persimpangan tersebut karena juga disaksikan oleh masyarakat ramai. Polisi Lalu Lintas yang ada di sekitar tidak bisa berupaya lebih banyak sebelum sekitar lima mobil taksi hancur kacanya.
     
Namun, salah seorang sopir taksi yang jadi korban amukan berhasil diamankan di pos polisi persimpangan tersebut. Terlihat dia mengalami luka dan darahnya keluar di sekitar wajah yang akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.
     
Belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait asal muasal keributan tersebut. Akan tetapi sekitar pukul 19,30 WIB suasana sudah tidak memanas lagi dan polisi berjaga di lokasi, sedangkan para pengendara Gojek membubarkan diri dengan berkonvoi.
     
Berdasarkan pembicaraan masyarakat, diduga awalnya ada pengendara Gojek yang diamuk oleh para sopir taksi konvensional. Setelah itulah ramai-ramai datang pengemudi Gojek dan melampiaskan amarahnya dan beberapa sopir taksi lari meninggalkan mobilnya.
     
Persoalan lainnya juga diduga karena aksi sweeping yang dilakukan oleh pengendara taksi konvensional. Ditambah lagi adanya spanduk di Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru bahwa transportasi berbasis aplikasi dilarang beroperasi di kota bertuah tersebut. (*/alam)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »