Diremehkan Trump,

Korea Utara Ancam Serang New York dengan Rudal

Dibaca: 9010 kali  Kamis,15 Juni 2017
Korea Utara Ancam Serang New York dengan Rudal
Ket Foto : illustrasi Internet

RADARPEKANBARU.COM - Korea Utara telah mengisyaratkan akan menguji rudal balistik antar-benua yang mampu menyerang kota besar Amerika Serikat, New York.

Ancaman itu dikeluarkan beberapa bulan setelah presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang meremehkan kemampuan rudal balistik negara pimpinan Kim Jong-un tersebut.

Dalam sebuah artikel yang dimuat pekan lalu di media resmi negara, Rodong Sinmun, Pyongyang menuduh Donald Trump meremehkan kemampuannya. Mereka mengklaim Korea Utara mendekati pengembangan rudal balistik antar-benua (ICBM).

"Trump mengatakan bahwa senjata nuklir Korea Utara tidak akan pernah mencapai daratan AS," tulis Rodong Sinmun.

"AS merasa tidak nyaman karena ini terbukti dalam praktik. Uji senjata strategis yang dilakukan oleh Korea Utara dengan jelas membuktikan. Korea Utara berjarak sekitar 10.400 km dari New York, jarak yang dapat dicapai jika rudal dilepaskan hari ini."

Pada awal Januari 2017, Trump menuliskan di Twitter bahwa Korea Utara mungkin akan menguji ICBM, tetapi tidak akan bisa mencapai wilayah Amerika Serikat.

"Korea Utara baru saja menyatakan bahwa pada tahap akhir mengembangkan senjata nuklir yang mampu mencapai bagian-bagian A.S," kicau Trump melalui akun @realDonaldTrump. "Itu tidak akan terjadi!"

Pernyataan Trump berbeda dengan salah satu petinggi militernya sekitar satu bulan lalu. Pada awal Mei, Letnan Jenderal Vincent Stewart, kepala Badan Intelijen Amerika Serikat, mengatakan bahwa senjata nuklir yang diluncurkan dari Korea Utara memiliki kemampuan yang dapat menjangkau daratan Amerika Serikat.

Pada akhir bulan lalu, Korea Utara merilis foto rudal tipe Scud yang diluncurkan dan jatuh ke air di lepas pantai barat Jepang, pertunjukan ketiga dalam waktu tiga minggu.

Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat telah mengirim armada kapal perang ke perairan Korea Utara, dan membawa beberapa peluncur baru untuk sistem pertahanan rudal ke Korea Selatan guna mengatasi ancaman militer dari perbatasan.

Korea Utara berpendapat bahwa pengejaran senjata nuklirnya semata-mata merupakan alat untuk mempertahankan diri dari kekuatan asing seperti Amerika Serikat.( tmpo)

 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »