Kisruh Buku Siluman,

Komisi IV DPRD Bengkalis Dinilai 'Tutup Mata'

Dibaca: 7940 kali  Selasa,06 Juni 2017
Komisi IV DPRD Bengkalis Dinilai 'Tutup Mata'
Ket Foto : foto internet

 RADARPEKANBARU.COM - Kisruh terkait berbagai persoalan yang terjadi di Dinas Pendidikan (Disdik) Bengkalis mulai dari penjualan buku siluman ke Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh kecamatan di Kabupaten Bengkalis tak direspon oleh Komisi IV DPRD Bengkalis yang membidangi masalah pendidikan dan kesejahteraan rakyat.
 
Bahkan belum lama ini Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur (LSM-Penjara) Bengkalis telah mengirimkan surat ke Komisi IV mengenai kisruh sejumlah persoalan, termasuk penempatan Edi Sakura SP.d MP.d sebagai Sekretaris Dinas merangkap Pelaksana Tugas (Plt) kepala Dinas, dimana Edi Sakura dinilai belum layak menempati jabatan struktural tersebut.
 
Sekretaris LSM Penjara Zulhan Juni Nurdin mengaku kecewa dengan sikap diam dan melempem yang dipertontonkan Komisi IV DPRD Bengkalis saat ini. Apalagi masalah penjualan buku siluman dengan judul “Stop Kekerasan Terhadap Anak” sudah masuk ke dalam ranah hukum, dengan telah dilaporkannya kasus tersebut oleh LSM Penjara ke Polres Bengkalis.
 
“Kita menilai komisi IV melempem. Tidak ada reaksi atas kisruh yang terjadi, sehingga kita mempertanyakan dimana peran para wakil rakyat ini dalam mengatasi serta menyelesaikan permasalahan yang menyangkut dengan ruang publik” tegas Zulhan Juni, Senin (5/6/2017).
 
Selain kecewa dengan sikap Komisi IV, secara akumulatif ia juga menyesalkan DPRD Bengkalis secara kelembagaan yang terkesan kurang peduli terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Negeri Junjungan. Apalagi masalah dunia pendidikan, menyangkut dengan lahirnya sumber daya manusia (SDM) handal dikemudian hari.
 
Tak hanya itu, Zulhan juga mendesak Komisi IV mem-follow up laporan atau surat yang telah mereka sampaikan secara resmi melalui Sekretariat DPRD Bengkalis. Disebutnya, kalau DPRD selaku representasi perwakilan rakyat tidak mampu berbuat, tentu nanti akan berlaku peradilan jalanan atau sikap apatis masyarakat terhadap kinerja lembaga wakil rakyat tersebut.
 
“Persoalan di Disdik Bengkalis selain soal buku siluman, juga menyangkut dengan peningkatan sarana dan sarana terutama masalah proyek-proyek. Sebab semua orang tahu, selain Dinas Pekerjaan Umum, Disdik juga sarat proyek sehingga fokus dari stake holder di Disdik Bengkalis mengurusi dunia pendidikan akan terbengkalai, karena sibuk mengurusi proyek, dan ini harus disikapi oleh DPRD Bengkalis,” tambah Zulhan.
 
Sebelumnya Ketua Komis IV H.Abi Bahrun S.Si maupun anggota Komisi IV Hj.Aisyah berjanji akan segera memanggil Plt Kadisdik Bengkalis Edi Sakura bersama jajarannya terkait penjualan buku siluman.
 
Namun hampir sebulan rencana tersebut tak kunjung terealisasi, sehingga sejumlah elemen masyarakat menilai Komisi IV tidak serius dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.(rski)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »