Berbekal Tuduhan Pemicu Teror,

Trump Ajak Pemimpin Muslim Isolasi Iran

Dibaca: 5344 kali  Senin,22 Mei 2017
Trump Ajak Pemimpin Muslim Isolasi Iran
Ket Foto : foto internet

RADARPEKANBARU.COM - Republik Islam Iran menjadi sasaran tembak Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat pidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab, Islam, Amerika di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (21/5) waktu setempat. Kata dia, Iran merupakan negara yang telah mendorong teror dan konflik sektarian di seluruh dunia.

"Dari Lebanon ke Irak dan Yaman, Iran mendanai, senjata dan melatih teroris, milisi dan kelompok ekstremis lainnya yang menyebarkan perusakan dan kekacauan di seluruh kawasan," terangnya seperti dikutip Independent, Senin (22/5).

Dijabarkan Trump, Negeri Para Mullah itu merupakan pemicu munculnya konflik sektarian dan teror di seluruh dunia. Termasuk teror kepada Amerika Serikat. Bahkan, lanjut Trump ancaman teror itu secara terang-terangan pernah disampaikan pemerintah Iran kepada sejumlah negara.

"Ini adalah pemerintahan (Iran) yang berbicara secara terbuka tentang pembunuhan massal, dengan bersumpah untuk menghancurkan Israel, mati ke Amerika, dan menghancurkan banyak pemimpin dan negara di ruangan ini," jelasnya.

Trump mengatakan bahwa salah satu aksi teror yang saat ini didalangi Iran adalah konflik berkepanjangan yang terjadi di Suriah. Teranyar, Iran mendukung rezim Bashar Al Assad dan mengesampingkan penggunaan senjata kimia yang dilakukan pasukan pemerintah untuk membasmi pemberontak.

Atas serangkaian aksi Iran itu, Trump mengajak kepada para peserta konferensi yang dihadiri sedikitnya 50 pemimpin negara muslim untuk bersama-sama mengisolasi Iran. "Sampai rezim Iran bersedia menjadi mitra perdamaian, semua negara harus bekerja sama untuk mengisolasinya," ajaknya.

Adapun pernyataan Trump ini sejalan dengan sambutan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud yang juga menuduh Iran sebagai pelopor gerakan ekstemisme dan terorisme Islam.

Dalam pidatonya, Raja Salman menyebut bahwa gerakan ekstremis Islam yang ada saat ini merupakan produk dari Iran. Kata dia, Iran merupakan pengekspor gerakan radikal di seluruh dunia pasca revolusi yang dilakukan Ayatullah Khomeini.

"Rezim Iran telah menjadi pelopor terorisme global sejak revolusi Khomeini," kata Raja Salman. Ia juga menjelaskan bahwa dunia baru mengenal keberadaan kelompok radikal pasca Khomeini melakukan revolusi di Iran. "Kita tidak tahu terorisme sampai revolusi Khomeini muncul," jelasnya.(rmol)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »