Yunahar: Al-Quran Punya Metode untuk Mantapkan Iman dan Aqidah

Dibaca: 8303 kali  Rabu,10 Mei 2017
Yunahar: Al-Quran Punya Metode untuk Mantapkan Iman dan Aqidah
Ket Foto : illustrasi Internet

RADARPEKANBARU.COM – Al-Quran adalah kitab yang menjadi pedoman bagi para pemeluk agama Islam. Terdapat banyak pesan pada ribuan ayat Al-Quran. Sehingga, Al-Quran wajib dipelajari, guna menjadi pencerah umat Islam.

Yunahar Ilyas, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyebutkan bahwa ada beberapa metode yang terkandung dalam Al-Quran yang dapat memantapkan iman dan aqidah.

"Al-Quran mampu menjadi pemantap imam dan aqidah karena di dalamnya mengungkapkan fenomena alam semesta, memberikan perumpamaan dan mengisahkan tokoh-tokoh," ujar Yunahar saat mengisi Kajian Tafsir At-Taqwa pada Selasa (9/5) di Auditorium KH. Ahmad Dahlan, kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Menteng Jakarta Pusat.

Lebih lanjut Yunahar mengungkapkan bahwa pengungkapan fenomena alam semesta dalam Al-Quran terdapat pada surah An-naml ayat 60 dan 61. "Ayat ini mengungkapkan fenomena alam semesta yaitu mengungkapkan penciptaan langit, air hujan, kebun-kebun dan gunung," imbuh Yunahar.

Selanjutnya tentang memberikan perumpamaan, lanjut Yunahar, salah satu perumpamaan tentang manusia yang ada dalam ayat Al-Quran adalah bahwa manusia yang tidak mentaati Al-Quran dan mendustakan ayat Allah itu diumpamakan sebagai anjing yang selalu mengulurkan lidahnya.

"Hal ini seperti kita lihat pada surat Al-araf ayat 176 yang artinya, "Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir", orang kafir diibaratkan seperti manusia yang sifatnya seperti anjing," ujarnya.

Sementara itu, metode yang ke-tiga tentang Al-Quran yang mengisahkan tokoh dan umat pada masa lampau adalah sebuah pelajaran dan panutan bagi umat Islam.

"Pasti ada pesan, entah itu tokoh sebagai bagian dari tauhid maupun penentangnya, kita tahu ada kisah Nabi Ayub, Nabi Nuh, Nabi Isa dan masih banyak lagi," ungkap Yunahar.

Menurut Yunahar, tiga metode tadi harus terus dikaji agar semakin memantapkan iman dan aqidah, sehingga ketakwaan meningkat dan rasa cinta terhadap Alquran semakin bertambah.(mhdh)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »