Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman resmi menyandang gelar Datuk Seri Setia Amanah

Dibaca: 26573 kali  Rabu,15 Maret 2017
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman resmi menyandang gelar Datuk Seri Setia Amanah
Ket Foto : Datuk Seri Setia Amanah, Arsyadjuliandi Rachman

RADARPEKANBARU.COM- Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman resmi menyandang gelar Datuk Seri Setia Amanah yang dianugerahkan oleh Lembaga Adat Melayu Riau.

"Saya ucapkan terimakasih dan syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemuka Adat, dengan penyandangan gelar ini maka bertambah pula lah tanggung jawab. Saya berharap bantuannya juga," ujar Gubernur Riau usai dinabalkan di Balai Adat Melayu Pekanbaru, Rabu.

Ditemui ditempat yang sama Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAM Riau OK Nizami Jamil, menyebutkan pemberian gelar ini sudah dimusyawarahkan sebelumnya, dan sesuai dengan anggaran dasar rumah tangga bahwa selaku kepala daerah, Andi selaku Gubernur Riau dirasa memiliki kapabilitas menjadi Datuk Seri Setia Amanah.

"Kita berharap dengan penabalan gelar ini, ia bisa menjalankan amanah," ujarnya.

Ditemui ditempat yang sama Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu menyebutkan bahwa pemberian gelar ini menurutnya dikarenakan sepak terjang yang dilakukan gubernur dalam hal kebudayaan. Seperti penerbitan pergub tentang muatan lokal, mencanangkan visi Riau sebagai Pusat Budaya Melayu Asia Tenggara pada 2020, arah pembangunan pariwisata berbasis budaya, serta beberapa hal lainnya.

"Gelar ini diberikan agar bisa setia pada amanah yang disandangnya baik sebagai gubernur ataupun masyarakat melayu," ujarnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa gelar ini diberikan setelah musyawarah mendalam Lembaga Adat Melayu, dan diharapkan bisa menjalankan amanah yang diberikan, dan bisa membuat Riau dan masyarakat lebih baik, maju dan sejahtera.

Andi bersaudara lebih banyak lahir dan besar di Riau.

Namun, tahukah Anda, siapa Andi Rachman, panggilan akrab Arsyadjuliandi Rachman tersebut? Bagi orang tua-orang tua kita yang berumur di atas 50 tahun dan telah tinggal di Pekanbaru sejak tahun 1970-an, tak asing mendengar nama Rachman Kawek, pengusaha asal Pangkalan, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat ini.

 



Pemilik usaha transportasi PO Bus Sinar Riau ini serta usaha lainnya tersebut, merupakan ayah kandung dari Andi Rachman. Ia lahir dari seorang ayah berlatar saudagar, H Abdul Rachman Syafei dan ibu Hj Asma Hasan.

Walau berayah berasal dari Sumatera Barat, Andi bersaudara lebih banyak lahir dan besar di Riau. Politisi Partai Golkar tersebut, lahir di Pekanbaru, 8 Juli 1960.

Usai menamatkan SD, Andi Rachman melanjutkan sekolahnya ke SMPN 4 Bukittinggi, Sumatera Barat. Pendidikan menengah atasnya juga dilalui di kota yang terkenal dengan hawa sejuk tersebut, SMAN 1 Bukittinggi.

Sayangnya, Andi tak menamatkan di sekolah tersebut, ia malah pindah ke SMAN 3 di Kota Pelajar, Yogyakarta. Ia lalu melanjutkan pendidikannya dengan kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Usai menjadi sarjana, Andi kemudian melanjutkan pendidikannya dengan fokus ke manajemen bisnis dan meraih gelar MBA di Oklahoma City University, Amerika Serikat. Informasinya, di sinilah ia menemukan jodohnya dengan seorang gadis berdarah Tionghoa Singkawang, Kalimantan Barat, Sisilita Bong.

Usai menamatkan S2-nya, Andi kemudian pulang ke tanah air dan meneruskan usaha orang tuanya, Rachman Kawek, di bisnis minyak bumi dan gas. Di bawah payung holding group, Riau Muda, Andi menguasai bisnis transportasi, SPBU, pertambangan, dan perkebunan.

Tak aneh, jika saat pengumuman harta kekayaannya saat Pemilihan Guberur Riau, 2013 silam, Andi Rachman, merupakan kandidat terkaya dibandingkan calon lainnya, Rp 132.274.896.573.

Dengan latar belakang sebagai pengusaha ini, melapangkan jalan Andi untuk menduduki jabatan sebagai pucuk organisasi. Mulai dari Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Riau, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau, Ketua Hiswana Migas Riau, dan jabatan lainnya sebagai Wakil Ketua Kadin Indonesia pada 2009.

Andi tak hanya berkiprah di bisnis, panggilan politik tak mampu ia bendung dan tahan. Kemudian, ia masuk ke dunia politik dengan menjadi Bendahara DPD I Partai Golkar Riau 2003-2008. Di periode ini, Andi juga menjadi Anggota DPRD Riau.

Dari sinilah, ia kemudian menapakkan kakinya di level nasional dengan manjadi Anggota DPR RI Periode 2009-2014 dari daerah pemilihan Riau. Termasuk, saat Musyawarah Nasional (Munas) Golkar di Riau, 2009, Andi mengisi posisi sebagai Sekretaris Bappilu Sumatera.

Semasa menjabat sebagai Anggota DPR-RI, ia di komisi membidangi energi dan sumber daya mineral, Komisi VII. Di komisi ini, Ketua Komisi, Sutan Bhatoegana, tersandung kasus korupsi dengan menerima cek dari Menteri ESDM. Isu tak sedapnya, ada uang sekitar 2.500 Dolar AS, diterima oleh masing-masing anggota Komisi VII.

"Seingat saya pimpinan komisi terdiri dari empat orang, di bawahnya anggota, terus di bawahnya sekretaris. Saya ingat pimpinan komisi itu nominalnya 7.500 Dolar AS, anggota 2.500 Dolar AS, Sekretariat 2.500 dolar AS. Setelah itu, diminta agar dimasukkan ke amplop Pegawai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM)," ungkap staf Kementerian ESDM, Didi Dwi Sutrisno, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, 21 Mei 2015 silam.

Pada tahun 2013, Andi kemudian mencoba peruntungan maju dalam Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) berpasangan dengan sesama kader Golkar, Bupati Rokan Hilir, Annas Maamun.

Pasangan ini akhirnya memenangkan pemilihan dan dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Periode 2014-2019, pada 19 Februari 2014 oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi.

Arsyadjuliandi Rachman, Rabu, 25 Mei 2016 lalu, secara resmi dilantik sebagai Gubernur Riau hingga 2019 mendatang menggantikan Annas Maamun yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap alih fungsi lahan, oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta.(radarpku/bun/adv)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »