SKANDAL SEX

PBB Mengutuk Tindakan Kejahatan Seksual Para Pastor Terhadap Ribuan Anak

Dibaca: 23128 kali  Jumat,07 Februari 2014
PBB Mengutuk Tindakan Kejahatan Seksual Para Pastor Terhadap Ribuan Anak
Ket Foto : ilustrasi
Newyork, (radarpekanbaru.com) - Dengan kata-kata mengecam keras terhadap Vatikan, PBB menuduh Vatikan mengadopsikebijakan yang memungkinkan pastor memperkosa dan mencabuli puluhan ribu anak-anak. Kecaman tersebut tertuang dalam laporan Komite Hak Asasi Manusia PBB yang dikeluarkan hari Rabu ini (05/02) di Jenewa.

Ketua komite Kirsten Sandberg mengatakan gereja hanya tertarik menjaga reputasi (nama baiknya),  bukan menjamin kesejahteraan anak-anak. "Tahta Suci mengadopsi kebijakan dan berbagai praktek yang membuat pelanggaran terus terjadi, dan para pelaku bebas dari jeratan hukum," kata Sandberg.

Dalam laporan, PBB mengatakan Vatikan harus memecat semua anggota kepastoran yang diketahui atau dicurigai melakukan pencabulan atau pemerkosaan serta kejahatan seksual terhadap anak-anak.

Komite Hak-hak Anak menambahkan sangat prihatin atas kenyataan bahwa Tahta Suci belum mengakui tingkat skala kejahatan yang bersifat massive,  yang telah dilakukan para pastor, dan PBB menyerukan kepada Vatikan untuk membuka segala arsipnya.

Komite PBB juga menegaskan bahwa Gereja Katolik Roma harus menetapkan peraturan jelas untuk memastikan kasus-kasus dugaan pemerkosaan dan kejahatgan seksual terhadap anak-anak dilaporkan ke pihak berwenang sipil.

Sementara itu, menghadapi keceaman keras PBB itu, Vatikan diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan guna menanggapi laporan PBB itu.Vatikan mengatakan akan mencermati laporan PBB berisi kecaman keras atas kebijakan Vatikan yang dianggap memungkinkan pencabulan terhadap anak-anak.

Tanggapan Vatikan dikeluarkan tidak lama setelah Komite Hak-hak Anak PBB mengeluarkan laporan hasil penyelidikan pada Rabu (05/02).

Dalam laporan disebutkan bahwa Vatikan mengadopsi kebijakan yang memungkinkan pastor mencabuli dan memperkosa puluhan ribu anak.

Meskipun setuju untuk mempelajari laporan PBB, Vatikan mengeluarkan reaksi keras atas hal yang disebutnya sebagai upaya mencampuri ajaran Gereja Katolik mengenai kebebasan beragama dan harga diri umat manusia.

Barbara Doris dari SNAP, jaringan pendukung korban kejahatan pastor, mengatakan tidak yakin Vatikan akan melaksanakan rekomendasi PBB.

"Mereka menunjukkan kepada kita berbagai kebijakan, prosedur, permintaan maaf,  tetapi belum ada tindakan yang mencerminkan apa yang mereka katakan. Tindakan akan melindungi anak-anak bukan kata-kata," tegas Doris. (voa)

Editor : Ahmad Adryan

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »