Tinjau Lokasi Banjir Pangkalan,

Kader PDIP : Pak Andi Rachman ini Gubernur Riau atau Gubernur Sumbar Sih ??

Dibaca: 31232 kali  Minggu,05 Maret 2017
Kader PDIP : Pak Andi Rachman ini Gubernur Riau atau Gubernur Sumbar Sih ??
Ket Foto : Kader PDIP Kampar , Harianto Arbi

RADARPEKANBARU.COM- Semua niat baik belum tentu ditanggapi positif oleh orang lain. Kunjungan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyerahkan bantuan untuk membantu korban longsor di Kecamatan Pangkalan Kabupaten 50 Kota, Kabupaten Sumatera Barat, Sabtu (4/3) lalu, menuai kritik dari sejumlah pihak.

Kader PDIP Kampar Harianto Arbi, mengatakan bahwa ada agenda terselubung permainan proyek piktif dibalik bantuan bencana alam di Kampar.

"Ada proyek fiktif dibalik banjir boongan,ada pencitraan semu dibalik banjir yang gak jadi dan ada reporter abal abal dibalik berita banjir yang hoax," tutur Harianto Arbi melalui akun sosial media facebook pribadinya, sabtu (4/3).

Menurut Arbi pemerintah seolah tidak peka terhadap bencana banjir di daerahnya, namun justru mengurus banjir di tempat lain.

"Pak Andi Rahman ini Gubernur Riau atau Gubernur Sumbar sih ?? ,Koq korban banjir yang di Pangkalan pula yang dikunjungi,pakai helikopter pula lagi...Apa korban banjir di gunung Sahilan udah dikunjungi belom?" tanya Arbi yang juga mantan pengurus DPC PDIP Kampar ini.

Arbi juga mengkritik PJ Bupati Kampar  Syahrial Abdi yang ikut turun mendampingi Gubernur Riau , Andi Rachman.

"Pak PJ Bupati yang mulia!!!Pangkalan itu masuk kabupaten 50 puluh kota provinsi Sumatera Barat bukan bagian dari wilayah tugas bapak.bapak itu jadi PJ di Kabupaten Kampar," kata Arbi.

Sebagaimana diketahui Gubernur Riu bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger menuju lokasi menggunakan helikopter dan dilanjutkan dengan mobil.

Pria yang akrab disapa Andi Rachman itu menyempatkan diri untuk menyapa warga dan melihat langsung satu lokasi jalan lintas Sumbar-Riau yang putus karena sebagian badan jalannya amblas.

"Saya berharap perbaikan jalan ini bisa segera selesai karena ini jalur terdekat yang penting untuk distribusi bahan pangan dari Sumbar ke Riau," kata Andi Rachman sebagaimana dikutip dari situs Antara.

Ia mengatakan saat ini perbaikan jalan mulai dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional menggunakan dua alat berat dan dua truk pengangkut tanah. Perbaikan jalan untuk tahap awal adalah dengan penimbunan untuk mengisi badan jalan sepanjang 30 meter yang longsor.

"Paling tidak secara fungsional jalan ini bisa segera dilalui kendaraan supaya kendaraan bisa melewatinya," kata Andi.

Sementara itu, Kepala BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan Pemprov Riau turut serta membantu pemulihan bencana longsor Sumbar karena permintaan dari BPBD Sumbar.

Edwar merincikan bantuan yang dikirim tersebut diantaranya adalah 20 baju pelampung, lima unit matras, lima paket famili kit, 10 unit tenda gulung, dua perahu karet berikut dua mesin tempel.

Kemudian juga dikirim 200 kilogram beras, enam kardus biskuit, tujuh kardus mie instan, lima kardus susu, dua kardus sardin dan minya goreng serta 18 paket tambahan gizi.

"Kami juga mengirimkan 150 nasi bungkus karena kalau mie instan semua, warga akan susah untuk memasaknya karena kondisi yang serba terbatas," katanya.

Edwar mengatakan seluruh bantuan itu diberangkatkan ke Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat menggunakan jalur darat.

Sementara itu, untuk mengantisipasi sejumlah titik longsor yang terjadi di perbatasan Riau-Sumatera Barat yang berpotensi menghambat pengiriman bantuan, ia mengatakan pihaknya akan berusaha menembus ke titik bencana menggunakan jalur sungai menggunakan perahu karet.

Sebelumnya, BPBD Sumatera Barat sebelumnya menyatakan kesulitan menyalurkan bantuan karena akses dari Kota Padang ke titik bencana terhambat longsor. Setidaknya terdapat tujuh titik longsor sehingga bantuan di jalur itu yang hingga kini belum berhasil dibersihkan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Riau juga meninjau pembukaan pintu air waduk PLTA Koto Panjang di Kampar. Pembukaan pintu air yang menampung air dari Sumbar ke Sungai Kampar, diprediksi akan mengakibatkan banjir di daerah permukiman dan pertanian di daerah aliran Sungai Kampar.

"Sejauh yang saya lihat, luapan air belum terlalu parah. Namun, warga kita himbau untuk waspada," kata Andi Rachman. (ant/radarpku)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »