Februari 2017, Dinas Kesehatan Kabupaten Siak Klaim Kasus DBD Menurun

Dibaca: 18106 kali  Rabu,15 Februari 2017
Februari 2017, Dinas Kesehatan Kabupaten Siak Klaim Kasus DBD Menurun
Ket Foto : Dinas Kesehatan Kabupaten Siak

RADARPEKANBARU.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, Povinsi Riau, menyatakan kasus demam berdarah dengue di wilayah setempat menunjukkan penurunan pada awal  2017 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Dari awal tahun hingga minggu kedua Februari 2017 ini ditemukan hanya 26 kasus DBD di Siak, angka itu jauh mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 168 kasus," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Siak Marzuki di Siak, Rabu.

Berdasarkan data, pada Januari 2017 tercatat 18 kasus DBD, sedangkan hingga awal Februari delapan orang positif DBD.

"Kami nyatakan menurun karena pada Januari 2016 ada sebanyak 116 orang menderita DBD dan 52 orang pada minggu kedua Februari," katanya.

Dia mengatakan naik atau turunnya DBD di suatu wilayah, selain karena faktor iklim juga ditentukan oleh kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.

Warga, katanya, harus berperan aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk penyebab demam berdarah dengan rajin melakukan gerakan 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur).

"Perkembangbiakan nyamuk sangatlah cepat, jentik akan menetas dan menjadi nyamuk hanya kurun waktu tujuh hari. Untuk itu, masyarakat harus selalu melakukan gerakan 3M sekali seminggu," ungkapnya.

Dia mengatakan masyarakat berperan penting dalam membasmi DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan rumahnya sendiri.

Bahkan, katanya, program "Satu Rumah Satu Jumantik" juga tidak akan berpengaruh jika warganya tidak berpartisipasi.

Padahal, katanya, Bupati Siak sudah membuat surat edaran ke seluruh kecamatan untuk melakukan gerakan "Jumat Bersih", yakni bergotong-royong membersihkan lingkungan setiap Jumat. Namun, masyarakat tidak menjalankannya secara efektif.

Ia mengatakan petugas Dinkes Siak berupaya memutus mata rantai penyebaran penyakit DBD dengan penyelidikan epidemiologi atau menyasar dan mencari penyebarannya sampai radius 100 meter dari rumah si penderita.

Selain itu, katanya, melakukan abatesasi dan pengasapan.

"Jika ada laporan dari pihak kecamatan atau masyarakat terkait adanya warga demam dan ditemui ciri-ciri DBD, maka petugas dan tim Dinkes langsung menindaklanjuti dengan penyelidikan epidemiologi," kata Marzuki. (*)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »