Dinilai Mencemari Lingkungan, PT Sumatera Makmur Lestari Digugat Warga Inhu

Dibaca: 20178 kali  Minggu,04 Desember 2016
Dinilai Mencemari Lingkungan, PT Sumatera Makmur Lestari Digugat Warga Inhu
Ket Foto : Air Sungai Pejangki Inhu yang Tercemar akibat Limbah PKS PT Sumatera Makmur Lestari

RADARPEKANBARU.COM - Masyarakat Penjangki Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau menggugat melalui perwakilan kelompok atau "class action" terhadap PT Sumatera Makmur Lestari (SML) atas pencemaran lingkungan yang dinilai telah merugikan warga.

" Gugagatan sudah diterima oleh piak Pengadilan Negeri Inhu," kata Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Indragiri Hulu Agus Akhyudi SH didampingi dua hakim anggota Omori Sitorus SH dan Immanuel Putra Sirait SH di Rengat, Minggu (4/12).

Ia mengatakan, pihak Pengadilan Negeri (PN) Indragiri Hulu menerima gugatan class action yang diajukan warga Desa Pejangki Kecamatan Batang Cenaku atas pencemaran Sungai Pejangki, dengan demikian majelis hakim akan melanjutkan dengan pokok perkara.

Majelis hakim melalui putusan sela pada sidang tersebut yang diajukan warga atas pencemaran Sungai Pejangki dilanjutkan pada sidang berikutnya, artinya keseluruhan pokok perkara yang diajukan oleh warga sudah terpenuhi.

" Warga melalui pengasihat hukumnya agar menyampaikan notifikasi (pemberitahuan) secara lisan kepada majelis," sebutnya.

Dimana dalam notifikasi penawaran yang ditutut warga atas pencemaran Sungai tersebut harus dijelaskan dengan jelas melalui kuasa hukumnya Dody Pernando.

" Putusan sela ini, juga sudah menjawab rasa keadilan bagi warga yang merasa dirugikan," ujarnya.

Untuk itu harapnya, pada pokok perkara sidang lanjutan gugatan class aktion ini hendaknya majelis hakim juga tetap mempertimbangkan fakta-fakta yang disampaikan, karena didalam berkas berbagai ketelodoran yang dilakukan perusahaan dalam hal ini PT Sumatera Makmur Lestari (SML) atas penceraman lingkungan.

Salah satu warga Indragiri Hulu Swardi menyebutkan, dengan diterimanya gugatan yang diajukan itu hendaknya pihak perusahaan dapat mencermati dengan bijak bahwa dapat beroprasi dilapangan harus taat hukum.

" Ini adalah langkah positip agar perusahaan taat aturan," tegasnya.(*)

 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »