Catatan Zulher, Menjawab Kampar di Sekolah PDI Perjuangan

Dibaca: 14598 kali  Jumat,09 September 2016
Catatan Zulher, Menjawab Kampar di Sekolah PDI Perjuangan
Ket Foto : Balon Bupati Kampar , Drs Zulher di sekolah partai DPP PDI Perjuangan bersama wagub DKI,Djarot Syaiful Hidayat.

RADARPEKANBARU.COM– Putra terbaik Kampar, birokrat senior, Drs Zulher Msi  mulai pada Selasa (6/9/2016) kemarin mengikuti sekolah partai bagi calon kepala sama wakil kepala daerah yang digelar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat.

Sekolah partai ini dimaksudkan untuk mempersiapkan kader-kader PDIP untuk menjadi calon kepala dan wakil kepaka daerah pada pilkada 2017 mendatang.

Menurut Zulher, bahwa dirinya sebagai peserta sekolah yang sudah mendapatkan dukungan untuk maju ke pemilihan kepala daerah di Kampar 2017 mendatang.

” Saya, atas doa restu dan dukungan masyarakat Kabupaten Kampar, insya Allah akan diusung oleh PDI Perjuangan yang berkoalisi dengan beberapa partai politik lainnya sebagai calon Bupati Kampar periode jabatan 2017-2022.,” kata Zulher sebagaimana dikutip dari akun facebook pribadinya , jumat (9/9) malam.

Putra kelahiran Desa Kapur, Air Tiris Kampar ini telah dipersiapkan partai untuk pilkada Kampar . Dirinya mengaku mendapat banyak pengalaman dan teman selama mengikuti sekolah partai.

“Dari banyak pendidikan non formal yang saya ikuti termasuk berbagai pendidikan dan pelatihan selama menjadi aparatur sipil negara pendidikan non formal yang berlangsung hingga Sabtu (10/9/2016) ini memang membawa kesan mendalam.,” tambahnya.

Sekolah partai ini dihadiri ketua umum Megawati Soekarnoputri, gubernur Banten Rano Karno dan walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Berikut catatan Zulher berbagi pengalaman selama menjalani sekolah politik di PDIP "Menjawab Kampar di Sekolah PDI Perjuangan"

LUAR biasa! Itu kesan saya terhadap sekolah partai untuk Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang ditaja PDI Perjuangan. Sejak Selasa (6/9/2016) lalu saya menjadi diantara murid pada gelombang II untuk pendidikan yang dipusatkan di Kinasih Resort Depok.

Dari banyak pendidikan non formal yang saya ikuti termasuk berbagai pendidikan dan pelatihan selama menjadi aparatur sipil negara pendidikan non formal yang berlangsung hingga Sabtu (10/9/2016) ini memang membawa kesan mendalam. Apalagi, sekolah ini berkenaan dengan pembekalan dan pendidikan calon kepala daerah.

Melalui sekolah ini diharapkan seorang kepala daerah dalam menjalankan amanat rakyat dapat berperan, berfungsi, bertugas, dan melaksanakan kewenangannya dengan sebaik-baiknya. Dan itu harus sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pendidikan pada sekolah ini menekankan pada strategi percepatan mewujudkan tujuan negara, yakni terwujudnya masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur. Dalam bingkai ini, bolehlah saya menyebutnya sebagai terwujudnya negara yang maju dan berkepribadian.

Saya, atas doa restu dan dukungan masyarakat Kabupaten Kampar, insya Allah akan diusung oleh PDI Perjuangan yang berkoalisi dengan beberapa partai politik lainnya sebagai calon Bupati Kampar periode jabatan 2017-2022. Lalu, adakah manfaat pendidikan ini untuk kepemimpinan dan kemajuan Kabupaten Kampar kedepan? Tentu saja sangat berhubungan erat.

Sekelumit saya ungkapkan, bahwa selama mengikuti sekolah partai, saya dipertemukan dengan beberapa menteri yang kebijakannya berhubungan erat untuk kemajuan daerah. Tentu saja daerah yang dimaksud pastilah termasuk Kabupaten Kampar.

Saya juga berkesempatan melakukan perbincangan khusus dengan para menteri yang menjadi pemateri dan nara sumber. Diantaranya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani.

Dengan empat menteri ini, saya berkesempatan dan diberi waktu untuk berbincang tentang berbagai upaya memajukan Kabupaten Kampar khususnya pada sektor kebijakan kementerian yang mereka nakhodai. Yupz, untuk negeri yang lebih baik, sepertinya saya mendapatkan restu dan diberikan peluang untuk "akses langsung" ke pemerintah pusat.

Kesempatan berbincang dengan para menteri tersebut, tentu saja saya manfaatkan untuk berbincang mengenai arah, sasaran dan tujuan pembangunan Kabupaten Kampar ke depan. Suatu sasaran yang pada intinya guna tercapainya perwujudan Kabupaten Kampar yang maju dalam bingkai masyarakatnya yang agamis.

Tentu saja, topik bahasan perbincangan yang saya kemukakan disesuaikan dengan porsi dan kebijakan kementerian yang berkenaan lebih terfokus pada suatu keinginan pengabdian anak jati negeri, dalam upaya berperan memajukan negeri yang sangat dicintainya.

Dari berbagai perbincangan itu pula, insya Allah akan berimplikasi untuk terjawabnya berbagai persoalan masyarakat Kabupaten Kampar pada hari ini. Yah, kami memang berbincang dan mendiskusikan tentang berbagai sektor ril guna mensejahterakan masyarakat dan memajukan Kabupaten Kampar.

Dengan menteri pertanian, misalnya, kami berdiskusi tentang berbagai potensi pertanian dan perkebunan serta beberapa metoda penyelesaian masalah (problem solving) dan sejatinya mampu mensejahterakan petani dan pekebun.

Dengan menteri kelautan dan perikanan, kami berdiskusi tentang potensi perikanan dan berbagai upaya mensejahterakan masyarakat pada sektor ini.

Dengan Menteri PUPR, kami berbincang berkenaan sarana dan prasarana serta insprastruktur pembangunan daerah yang masih sangat perlu dibenahi dan ditingkatkan melalui kearifan dan kebijakan pemerintah pusat dalam naungan kementerian PUPR.

Dengan menko PMK, kami berdiskusi tentang berbagai kebijakan lainnya untuk upaya memajukan Kampar dalam barometer kebijakan Kemenko PMK. Berbagai persoalan dalam manajemen pemerintahan daerah, juga kami diskusikan dengan Dirjen Otda Kemendagri.

Kepada para menteri, saya juga jelaskan, bahwa konsep pembangunan Kabupaten Kampar ke depannya jika saya diberikan amanat pengabdian atas dukungan masyarakat dan ridho Ilahi adalah dengan mengedepankan semangat kebersamaan seluruh pemangku kepentingan terkait (stake holders).

Sehingga dengan semangat dan tekad bersama dalam semangat kebersamaan, seluruh pemangku kepentingan, seluruh tatanan dan seluruh komponen masyarakat dapat bepartisipasi dan berperan aktif untuk memajukan Kabupaten Kampar.

Apa tanggapan mereka? Pada intinya, para menteri tersebut memberikan motivasi luar biasa untuk keyakinan diri guna mengabdikan diri bagi perwujudan Kabupaten Kampar yang maju.

Tentang kemandiran dan kedaulatan, saya jadi teringat konsep Trisakti Bung Karno yang menegaskan berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, berkepribadian secara social budaya.

Basamo Kito Untuk Kampar Maju, Salam Ta'zim Saya Drs H Zulher MS. (radarpku)


Editor : Ahmad

 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »