Kadisdikbud Riau Larang Sekolah Adakan MOS

Dibaca: 12145 kali  Sabtu,16 Juli 2016
Kadisdikbud Riau Larang Sekolah Adakan MOS
Ket Foto : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riau, Kamsol

 

RADARPEKANABRU.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau tidak membenarkan sekolah-sekolah pada daerah setempat mengadakan Masa Orientasi Siswa karena dinilai identik dengan konotasi negatif dan cenderung berpotensi perpeloncoan.
 
"Perlu kiranya di sosialisasikan bahwa istilah MOS sudah tidak relevan lagi di gunakan karena cenderung pada kegiatan perpelOncoan dan kekerasan," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riau Kamsol, di Pekanbaru, Jumat (15/7).
 
Lebih lanjut dia katakan, berdasarkan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 18 tahun 2016, istilah MOS diganti menjadi Pengenalan Lingkungan Sekolah. Katanya lagi, sudah saat diterapkan penanaman moral kepada siswa baru, seperti pengenalan lingkungan sekolah atau lingkungan belajar, serta menambah wawasan. Ia menegaskan, tidak ada kegiatan berupa kontak fisik.
 
"Untuk MOS mulai tahun ini dipastikan tidak akan mengikutsertakan siswa senior. Namun, pelaksanaanny akan dikoordinir oleh para guru sekolah masing-masing," katanya lagi.
 
Ia berharap dinas pendidikan kabupaten/kota bisa memantau dengan intensif kepada masing-sekolah. Selain itu bisa menjalankan permendikbud yang sudah diterbitkan. Tidak hanya itu, Kamsol juga menginginkan seluruh sekolah di Riau bisa menerapkan kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh mendikbud.
 
"Surat edaran menteri sudah ada, kita berharap  dinas kabupaten/kota bisa menjalankannya," papar Kamsol.
 
Sebelumnya telah diinformasikan bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Anies Baswedan secara resmi melarang pelaksanaan Masa Orientasi Sekolah (MOS) yang dilakukan oleh kalangan siswa atau pelajar.
 
"Meski pelaksananya anggota OSIS akan tetap kita larang. Mulai tahun ini harus dilakukan oleh guru atau pengajar," tutur Menteri Anies dalam sebuah konferensi pers.
 
Dia menjelaskan, hal tersebut dilakukan mengingat rawannya terjadi aksi perpeloncoan atau "bullying". Bahkan kekerasan dilakukan senior terhadap adik kelasnya yang baru masuk sekolah.(ant)

 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »