Terkait Kunjungan Presiden, Ini Harapan Gubernur Riau

Dibaca: 9766 kali  Kamis,14 Juli 2016
Terkait Kunjungan Presiden, Ini Harapan Gubernur Riau
Ket Foto : Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman

RADARPEKANBARU.COM - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman berharap kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Kabupaten Siak pada 23 Juli bisa sekaligus meresmikan beberapa proyek strategis di wilayah setempat.

 
"Saya sudah sampaikan hal ini ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kemaren Menkopolhutkam juga sudah menelepon saya, ia sedang berusaha memasukkan agenda tersebut," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi (Andi) Rachman di Pekanbaru, Kamis (14/7)
 
Arsyadjuliandi Rachman menerangkan bahkan Menteri KLHK sangat setuju dengan usulan memanfaatkan kedatangan presiden untuk kegiatan disektor lain.
 
"Semua sudah saya jumpai Mendagri, Menkopolhutkam beliau setuju waktu presiden untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk sektor lain," tegasnya.
 
Andi menerangkan selain meresmikan peletakan batu pertama pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai, ia juga mengusulkan untuk proyek kereta api dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan 2x110Mw.
 
Menurut Andi Kementerian PU dan BUMN yang membawahi tol, kereta api dibawah Menteri Perhubungan dan PLTU dibawah PLN dan ESDM sudah dikabari.
 
"Intinya semua setuju bagaimana  moment kunjungan presiden tidak hanya untuk satu kegiatan namun bisa sekaligus melakukan peresmian beberapa sektor," katanya menegaskan.
 
Sebelumnya diberitakan Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menghadiri acara peluncuran Taman Nasional Zamrud di Kabupaten Siak, sekaligus peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang akan digelar pada 22 Juli 2016 mendatang.
 
Persiapan mulai dari helipad dan tempat yang akan dikunjungi Presiden Joko Widodo sudah ditinjau.
 
"Kita sudah siap," kata Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.
 
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 350/MenLHK/Setjen/OLA/5/2016 tanggal 4 Mei 2016, telah menetapkan perubahan fungsi suaka margasatwa Danau Pulau Besar atau Danau Bawah dan hutan produksi Tasik Serkap menjadi Taman Nasional Zamrud.
 
Andi menambahkan pada rangkaian kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2016 di Siak, Presiden Joko Widodo juga akan melakukan pelepasan bibit ikan di Sungai Siak dan penanaman pohon sekaligus meninjau Istana Siak Sri Indrapura.
 
Hari Lingkungan Hidup atau World Environment Day (WED) merupakan salah satu kampanye global terbesar terkait pelestarian lingkungan hidup. WED bertujuan untuk menginspirasi setiap orang di bumi untuk mengambil tindakan dalam melestarikan lingkungan hidup.
 
Tema peringatan tahun ini adalah memerangi perdagangan ilegal satwa liar. Tema ini diwujudkan dalam sebuah slogan, Go Wild for Life. Tujuannya adalah sebagai bentuk keprihatinan karena perdagangan ilegal satwa liar telah menjadi merusak keanekaragaman hayati di bumi, dan mengancam kelangsungan hidup berbagai spesies yang mengagumkan seperti badak, harimau, dan gajah. Satwa-satwa liar tersebut saat ini menjadi hewan langka yang terancam punah.
 
Pemerintah daerah telah mengusulkan daerah Zamrud sebagai taman nasional sejak 2010. Kawasan ini terdiri dari dua danau unik, yakni Danau Pulau Besar (2.416 hektare) dan Danau Bawah (360 hektare) yang berlokasi di daerah yang lebih populer dengan sebutan Danau Zamrud.
 
Danau Zamrud tersebut berada di Desa Zamrud, Kecamatan Siak Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau yang berjarak sekitar 180 kilometer dari ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru.
 
Danau itu dapat dijangkau melalui perjalanan darat dari Kota Pekanbaru selama tiga jam dengan menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada rute angkutan reguler ke kawasan tersebut.
 
Danau itu juga berada di hamparan ladang minyak bumi Coastal Plain Pekanbaru (CPP) Blok yang dikelola pemerintah daerah Kabupaten Siak. Kawasan ladang minyak itu dulu dikelola PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan pada Agustus 2002 diserahkan pada Badan Operasi Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako dan PT Pertamina Hulu.
 
Menurut data Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, ada 38 jenis burung yang 12 diantaranya dilindungi seperti bangau putih, enggang palung, enggang benguk, enggang dua warna, dan enggang ekor hitam. Bahkan, Burung Serindit (Loriculus Galgulus), yang menjadi ikon Provinsi Riau juga dapat ditemukan di kawasan ini.
 
Terdapat pula empat jenis primata dan sembilan jenis mamalia. Jenis primata yang dilindungi hanya satu yaitu siamang sedangkan jenis mamalia yang dilindungi ada tiga yaitu harimau loreng sumatera, beruang madu, dan kucing hutan.
 
Di dalam danau ada 14 jenis ikan, delapan di antaranya memiliki nilai ekonomi penting yaitu sipimping, selais, kayangan, tapah, baung, tomang, balido, dan gelang. (ant)
Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »