Riau Tolak Terima Gula dari Jawa, Mengakibatkan Stok Distributor Kosong

Dibaca: 31766 kali  Sabtu,21 Mei 2016
Riau Tolak Terima Gula dari Jawa, Mengakibatkan Stok Distributor Kosong
Ket Foto : Ilustrasi- Gula Pasir

RADARPEKANBARU.COM-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau - mengaku saat ini, stok gula pasir ditingkat pedangang distributor sedang mengalami kekosongan karena menolak menerima pasokan dari Pulau Jawa karena terlalu tinggi.
        
Kepala Disperindag Provinsi Riau, Muhammad Firdaus di Pekanbaru, Jumat, mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengecekan kepada beberapa perusahaan distributor gula di daerah tersebut.
        
"Kami sudah datangi beberapa distributor gula untuk mengetahui alasan sebenarnya, termasuk mengapa harga gula pasir bisa naik dan bertahan semahal ini. Mereka berucap karena stok gula kosong," katanya.
        
Ia menuturkan, beberapa distributor mengaku bahwa mereka tidak berani terima pasokan gula pasir langsung dari pabrik di Pulau Jawa karena harga yang ditentukan dinilai terlalu tinggi.
        
Akhirnya para distributor itu tidak mau ambil pusing dengan lebih memilih tidak menerima pasokan gula lokal yang berdampak kepada mahalnya harga gula pasir dipasaran termasuk Kota Pekanbaru.
        
"Masalah terjadi sekarang ini, karena ketiadaan bahan baku tebu. Biasanya tebu dipasok pabrik penggilingan, dari para petani setempat. Akibatnya kita rasakan seperti melambungnya harga gula. Tapi kita upayakan cari solusinya," tutur Firdaus.
        
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru, Masirba Sulaiman mengakui, harga gula pasir diwilayah tersebut kini melonjak lebih 30 persen, jika dibandingkan dengan harga sebelumnya.
        
"Jika sebelumnya harga gula Rp12.000 per kilogram, maka ini sudan naik jadi Rp16.000," katanya.
        
Saat normal, terang Masirb, harga gula pasir nonkemasan di beberapa pasar tradisional maupun modern di wilayah setempat dijual dengan harga eceran antara Rp11.000 hingga Rp12.000 per kg.
        
Tapi dalam sebulan terakhir secara berangsur-angsur mengalami kenaikan menjadi Rp13.000 per kg, lalu Rp14.000 per kg dan ini langsung melonjak menjadi Rp16.000 per kg.
        
Kenaikan harga gula pasir terutama di Kota Pekanbaru karena terkena imbas dari berkurangnya pasokan gula dari sentra penghasil seperti Lampung dan Pulau Jawa.
        
"Menurut informasi, telah terjadi keterlambatan penggilingan tebu pada pabrik gula di Jawa," tuturnya.(ant/radarpku)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »