Program RTMPE Merupakan Implementasi dari Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Kemakmuran Desa

Dibaca: 32026 kali  Selasa,17 Mei 2016
Program RTMPE Merupakan Implementasi dari Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Kemakmuran Desa
Ket Foto : Bupati Kampar, H Jefry Noer SH bersama Dirjen PPMD Kemendes PPTT menunjukkan bawang yang dipanen dari lahan percontohan program RTMPE di Desa Kubang Jaya, Siak Hulu.

RADARPEKANBARU.COM- Pujian dan apresiasi terus dialamatkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar atas program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE).

Kali ini, pihak Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI yang mengapresiasi program RTMPE yang dikembangkan Pemkab Kampar untuk menekan angka kemiskinan dan demi kemandirian desa.

 

BUMDES Bukan Berorientasi Pada Laba, Tapi Untuk Gerakan Sosial

"Ini program bukan sekedar modal untuk unit-unit usaha dan badan usaha milik desa (BumDes)," kata Direktur Pemberdayaan Usaha Ekonomi Desa (PUED) Direktorat Jenderal Pemberdayaan Pembangunan Masyarakat Desa (PPMD), Sugeng, kepada radarpekanbaru.com di kawasan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Senin (16/5/16).

Menurutnya, program RTMPE juga merupakan implementasi dari Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang bagaimana mengembalikan kemakmuran desa. Jika sebelumnya desa dijadikan objek pembangunan, kini menjadi subjek pembangunan. Jadi ke depan desa bisa mandiri dan bisa menghidupi masyarakat di desa itu sendiri tanpa ketergantungan bahan kebutuhan impor.

Sejauh dari pengamatan, kata dia, program RTMPE merupakan program pembangunan yang memulainya dari daerah pinggiran sesuai dengan sembilan harapan (nawa cita) Jokowi-JK.

"Memang dari masyarakat yang perlu dikembangkan adalah ekonomi desa. Ini sejalan dengan program pusat yang juga bisa disinergikan lewat dana desa, dimana per desa itu diberikan dana tunai Rp600 juta sampai Rp700 juta," katanya.

Maka, lanjut Sugeng, pihaknya meminta pada Bupati Kampar, H Jefry Noer SH  agar program RTMPE ada di semua desa, dengan menggunakan dana desa. "Kalau satu desa itu bisa Rp100 juta, maka jika dikalikan 250 desa, maka tidak ada lagi masyarakat miskin di Kampar," katanya.

Sugeng mengatakan, tahun ini untuk Kabupaten Kampar, tahap pertama penyaluran dana desa dilaksanakan pada Maret atau sekitar 60 persen.
BUMDES Bukan Berorientasi Pada Laba, Tapi Untuk Gerakan Sosial
Foto: Bupati Kampar, H Jefry Noer didampingi istri, Hj Eva Yuliana berfoto bersama dengan Dirjen PPMD Kemendes PDTT dan sejumlah pejabat lainnya.

 

Petani Perak Antusias Ikuti Pelatihan RTMPE



Sementara itu, Jefry Noer mengatakan, RTMPE merupakan program unggulan Pemkab Kampar untuk menekan angka kemiskinan, mengurangi pengangguran dan membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonominya secara merata dan massal.

Dia menjelaskan, lewat program RTMPE, masyarakat diajarkan untuk hidup secara mandiri dengan mengelola lahan hanya seluas 1.000 sampai 1.500 meter persegi.

Di dalam lahan untuk program RTMPE, lanjutnya, masyarakat bisa beternak sapi, memelihara ayam petelur, membuat kolam ikan, membuat rumah jamur dan menanam berbagai jenis sayuran seperti bawang merah dan cabai.

"Hasilnya sangat besar, Rp15 juta sampai Rp25 juta per keluarga RTMPE. Nilai ini lebih besar dibandingkan dengan gaji bupati," katanya.

Selain pujian dan apresasi, ternyata program RTMPE yang digalakkan Pemkab Kampar di bawah kepimpinan Bupati Kampar, H Jefry Noer SH Juga mendapat perhatian serius dari negara tetangga. Jadi, selain di wilayah Kampar, Riau dan Nasional, program unggulan Pemkab Kampar ini juga sudah menggaung di negara jiran.

Tak heran, beberapa kali perwakilan dari negara Malaysia berkunjung ke Kabupaten Kampar untuk melihat langsung penerapan program RTMPE di lahanan percontohan di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar.

Bahkan seriusnya, pihak negara tetangga Malaysia, tepatnya dari Kerajaan Perak sengaja mengirimkan 22 petani datang ke Desa Kubang Jaya untuk belajar atau menimba ilmu tentang program RTMPE.

Berarti tidak hanya masyarakat Kabupaten Kampar atau Riau saja yang ingin merubah nasib dengan mengikuti pelatihan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE). Tapi masyarakat dari Kerajaan Perak, Malaysia juga antusias untuk bergabung guna menambah ilmu di bidang pertanian, perikanan dan peternakan.

Begitu dikatakan Bupati Kampar, H Jefry Noer usai memberikan pencerahan kepada 22 orang petani yang berasal dari Kerajaan Perak, Malaysia di lokasi pertanian terpadu, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu,  Kabupaten Kampar, Selasa (17/5/16).
Petani Perak Antusias Ikuti Pelatihan RTMPEFoto: Bupati Kampar, H Jefry Noer SH berfoto dengan para petani asal Kerajaan Perak, Malaysia yang ikut pelatihan program RTMPE di Desa Kubang Jaya, Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Jefry menyebutkan, bila ingin merubah nasib dengan menjadi petani yang sukses, ada lima hal yang harus dilaksanakan, Pertama, jadikan 24 jam untuk beribadah kepada Allah. "Apapun yang kita kerjakan, tanpa membawa nama Allah dan seizin Allah, maka tidak akan terlaksana seperti yang kita harapkan," kata Jefry Noer.

Kemudian yang kedua,  banyak bersedekah. Sebab, dengan bersedekah akan menjauhkan diri dari bala bencana dan mara bahaya. Ketiga, hidup disiplin dengan memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya. "Kesempatan hanya datang satu kali saja dalam hidup kita. Jadi manfaatkanlah itu," sebutnya.

Selanjutnya yang keempat , cintailah pekerjaan. Menurutnya, dengan mencintai pekerjaan dengan sepenuh hati, makan akan menunculkan keikhlasan melakukannya dan hasil yang akan didapat akan lebih maksimal.

Sedangkan yang kelima, tinggalkanlah hal-hal yang mubazir. "Sesuatu yang tidak berguna serta merusak diri sendiri, seperti merokok dan lainnya, tinggalkanlah itu," ajaknya.

Dalam kesempatan ini, Bupati berharap kepada para petani dari Kerajaan Perak tersebut untuk serius mengikuti pelatihan ini sehingga kedatyangannya jauh-jauh ke Kabupaten Kampar tidak sia-sia.

"Pelajarilah pertanian, perikanan dan peternakan sebaik-baiknya agar nantinya dapat dikembangkan kembali di Perak. Nanti dalam pelatihan ini juga akan diberikan nilai sesuai dengan bidang masig-masing.  Untuk itu ikutilah dengan serius," harap Jefry Noer.

Dia juga mengatakan, setelah nanti selesai mengikuti pelatihan ini, Kerajaan Perak juga akan memberikan modal usaha kepada para petani yang sudah diberikan bekal ilmu tentang RTMPE. Dengan modal usaha itu, para petani dapat mengembangkan usaha mereka di Kerajaan Perak.(adv/hms/kampar)

 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »