Kemenristekdikti: Angka Partisipasi Orang Riau di Perguruan Tinggi Rendah

Dibaca: 11519 kali  Minggu,15 Mei 2016
Kemenristekdikti: Angka Partisipasi Orang Riau di Perguruan Tinggi Rendah
Ket Foto : Widyo Winarso menganalisa rendahnya angka partisipan perguruan tinggi di Riau disebabkan oleh beberapa faktor.

RADARPEKANBARU.COM- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengatakan angka partisipasi perguruan tinggi di Provinsi Riau rendah jauh dibawah rata-rata nasional bahkan sejajar dengan provinsi wilayah timur.
        
"Angka partispasi perguruan tinggi Riau rendah sekitar 10 persen dibawah angka nasional yang mencapai  29,3 pesen ini data Badan Pusat Statistik (BPS)," kata  Kepala Subdit Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan  Pendidikan Tinggi, Widyo Winarso, di Pekanbaru, usai membuka Kontes Robot Indonesia (KRI) tahun 2016 yang diselenggarakan di gedung serbaguna Politeknik Chevron Riau (PCR), Sabtu,
   
Widyo Winarso menganalisa rendahnya angka partisipan perguruan tinggi di Riau disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya karakteristik perekonomian daerah yang memang cenderung bergerak disektor industri dan jasa sehingga cukup memerlukan tamatan SMK.
        
"Mungkin karena Riau daerah industri," katanya.
        
Namun sebut dia selain itu ada juga karena faktor ketersediaan universitas dan perguruan tinggi yang belum seimbang sehingga daya tampung bagi lulusan SMA sederajat yang ingin melanjutkan kuliah minim.
        
Selain itu juga karena pembiayaan dan terbatasnya akses masyarakat kedunia pendidikan.
        
"Data itu sudah termasuk dengan semua anak-anak Riau yang mengambil kuliah di luar seperti Jawa dan sebagainya," kata dia menerangkan.
        
Untuk itu Widyo ingin mengingatkan dunia pendidikan di Riau dan para pejabat setempat untuk mendorong agar angka partisipan perguruan tinggi  meningkat dimasa datang.
        
"Bisa dengan memberikan berbagai program beasiswa bagi anak SMA sederajat yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Minimal D3," katanya.
        
Nmun dia mengakui kondisi tersebut tidak buruk, karena memang banyak industri menggunakan tenaga siap pakai lulusan SMK.
        
Tetapi kedepan perlu didorong adanya perbaikan angka partisipasi perguruan tinggi ini. Karena erat kaitannya dengan kualitas Sumberdaya Manusia (SDM).
        
Diakuinya saat ini pemerintah pusat  mencoba memberikan beasiswa baik untuk dalam negeri maupun luar untuk beberapa wilayah yang memang masih rendah angka partisipasi perguruan tingginya.
        
"Misalkan Papua kemarin mengirim 100 tenaga  dokter untuk sekolah ke luar negeri," tambahnya mencontohkan.(ant/radarpku)
 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »