Kontraktor dapat dikenakan sanksi pidana

Memakan Korban, DPRD Pekanbaru Minta Pembangunan Hotel Grand Swiss Belinn Dihentikan

Dibaca: 44537 kali  Jumat,22 April 2016
Memakan Korban, DPRD Pekanbaru Minta Pembangunan Hotel Grand Swiss Belinn Dihentikan
Ket Foto : Konsisi jasad simon setelah terjatuh dari laantai 19 Hotel Swiss Belin di Pekanbaru.

RADARPEKANBARU.COM - Pasca tragedi jatuhnya seorang pekerja dari lantai 19 hotel Grand Swiss Belinn di kompleks Mal SKA Pekanbaru, Rabu, 20 April 2016 petang lalu saat melakukan pembongkaran besi-besi skafolding, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru mengintruksikan kepada Dinas terkait untuk menghentikan sementara waktu pekerjaan tersebut dan mengusut tuntas tragedi naas tersebut.

Pimpinan DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono kepada faktariau.com menyampaikan bahwa atas kejadian itu DPRD minta pihak kontraktor dan pemilik bangunan yakni Hotel Grand Swiss Belinn untuk segera menghentikan pekerjaan mereka sampai proses pengecekan seluruh persyaratan dikaji ulang.

"Pasti ada yang salah dalam pembongkaran skafolding itu, bisa jadi pekerja yang mengerjakan tidak profesional atau K3 yang tidak berjalan sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure), sebab gedung setinggi 21 lantai yang dibangun saat ini mestinya harus memiliki safety yang maksimal dan tidak mungkin ada kecelakaan jika dilakukan sesuai SOP" jelas Sigit.

Disebut Sigit, bisa jadi pihak kontraktor menyuruh pekerja yang tidak paham dalam pembongkaran," Ini sepertinya pekerja yang membongkar skafolding tidak profesional, bisa jadi kontraktor asal tunjuk saja pekerjanya namun ketika berada diketinggian dia gamang dan terjatuh atau memang K3 yang tidak jalan.

"Jadi kita minta kepada dinas terkait untuk segera melakukan penyegelan dilokasi pembangunan Hotel Grand Swiss Belinn dan Dinas segera melakukan pengecekan terhadap K3 yang mereka miliki sesuai standar atau tidak. Jika tidak sesuai dengan standar maka kontraktor dapat dikenakan pidana dan bahkan bisa jadi izin dicabut dan diteliti ulang kembali" tegas Sigit.

Ditegaskan Sigit, Kontraktor dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan UU No.1/1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pasal 15 UU, disana disebutkan bahwa bagi yang melanggar ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dapat diancam pidana, artinya jangan main-main dengan K3 sebut Sigit.(*)


Sumber : Riaufakta
 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »