Bangun Simbolon Kecewa Dengan Kapolsek Tampan

Ini Tanggapan Pihak PT QN International Indonesia Terkait Insiden AMOEBA AWARD di UIN Suska Riau

Dibaca: 95434 kali  Selasa,12 April 2016
Ini Tanggapan Pihak PT QN International Indonesia Terkait Insiden AMOEBA AWARD di UIN Suska Riau
Ket Foto : General Manager (GM) PT QN International Indonesia,Bangun Simbolon

RADARPEKANBARU.COM-PT QN International Indonesia memberikan hak jawab terhadap insiden  pembubaran paksa oleh ratusan mahasiswa terhadap acara AMOEBA AWARD yang di adakan di IC (islamic center), sekitar pukul delapan malam,Selasa (29/3/16) lalu.

Pihak QNET mengaku bahwa insiden terjadi akibat  mis komunikasi antara pihak BLU UIN Suska Riau sebagai pemberi izin sewa gedung IC (islamic center) di Kampus dengan kalangan mahasiswa.

Hingga QNET mengalami kerugian ratusan juta atas insiden kericuhan malam AMOEBA AWARD di Islamic Center kampus UIN suska Panam, Pekanbaru- Riau. Selain mengalami kerugian materil, Para petinggi QNET juga memberikan konfirmasi bahwa telah terjadi tindakan penganiayaan terhadap peserta acara AMOEBA AWARD di UIN Suska.

Demikian diungkapkan General Manager (GM) PT QN International Indonesia,Bangun Simbolon kepada radarpekanbaru.com , senin (11/4) di Lick & Latte cafe n'resto Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru.

Bangun Simbolon yang didampingi Marketing & Incentive Communications Manager Wita Dahlan, Top Leader Pekanbaru Laba Pornairi berserta sejumlah TIM QNET Pekanbaru, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak kepolisian yang tidak bisa menjamin keamanan, sehingga acara berakhir dengan kericuhan.

"Padahal izin jaminan kemanan dari pihak kepolisian sudah kami kantongi, ini yang kami sayangkan tidak ada satu orangpun aparat kepolisian dilokasi acara pada saat-saat kerusuhan terjadi, jelas kami sangat kecewa terutama kepada kapolsek Tampan yang tidak bisa memberi perlindungan terhadap warga negara indonesia," Bangun Simbolon.

Berikut Petikan Wawancara Radar Pekanbaru dengan General Manager (GM) PT QN International Indonesia,Bangun Simbolon ,senin (11/4/2016) di Pekanbaru.

Radar Pekanbaru  : Selamat siang pak, maaf merepotkan jauh-jauh datang dari Jakarta menemui Radar ?

Bangun Simbolon : Iya gak apa-apa, sudah tugas kami menjelaskan ke masyarakat melalui media apa itu QNET agar jangan salah persepsi terhadap bisnis Direct Selling yang kami geluti.

Radar Pekanbaru : Bagaimana dengan suasana pekanbaru pak ?

Bangun Simbolon : Pekanbaru cukup bagus, kota yang cukup besar, disini orang berlomba- lomba membangun bisnis, ada banyak pilihan tempat penginapan disini, kebetulan saya nginap di NOVOTEL, saya dapat kabar NOVOTEL baru diresmikan satu bulan yang lalu, jadi semua masih baru ,aromanya buka kulitnya saja masih ada, hehehe.

Radar Pekanbaru : Kira-kira apa tanggapan terhadap kejadian pembubaran acara AMOEBA AWARD di UIN Suska ?

Bangun Simbolon : Itu murni hanya kesalah fahaman dengan pihak mahasiswa, sebenarnya dari awal saya juga sudah mewanti-wanti kepada Laba Pornairi selaku Top Leader Pekanbaru ,beliau yang bertanggungjawab atas acara disini. Saya telpon dia (Laba) , katanya oke pak, acara siap dilaksanakan, kita sudah menyewa tempat, juga sudah mengantongi izin dan jaminan kemaman dari pihak kepolisian.

Radar Pekanbaru : Apakah Pihak QNET sebelumnya tidak mengetahui dengan aturan penggunaan pakaian muslim di Kampus UIN Suska ?

Bangun Simbolon : Ini dia yang jadi permasalahan, katika kami ingin menyewa gedung, kami sudah ingatkan pihak Kampus, bahwa acara AMOEBA AWARD akan dihadiri oleh orang-orang dari berbagai macam latar belakang,suku, ras, agama yang berbaur di dalamnya.

Tentunya selain yang muslim menggunakan jilbab, ada juga yang tidak berjilbab, pakai rok agak pendek dan lain sebagainya. Namun pihak kampus tetap mengeluarkan izin sewa gedung, dan surat resmi dikeluarkan oleh pak Kastulani selaku pejabat kampus yang berwenang. Dalam hal ini juga sudah di ketahui Rektor, apalagi surat jelas ada tembusan untuk Rektor UIN suska Riau.

Radar Pekanbaru : Apa pertimbangan memilih acara di selenggarakan di UIN  Suska apa ada misi tertentu?

Bangun Simbolon : Nah kalau ini tentu  sebaiknya Top Leader Pekanbaru Laba Pornairi yang menjelaskan.

Laba Pornairi   : Kami tidak punya misi tertentu terhadap UIN, hanya saja pertimbangan menyelenggarakan acara dengan menyewa IC (islamic center) mengingat gedungnya bagus, parkir luas, sewanya murah dan bisa menampung sekitar 2000 peserta acara AMOEBA AWARD.

Radar Pekanbaru : Berapa biaya sewa gedung IC (islamic center) yang dibayarkan ke PIhak UIN ?

Laba Pornairi      : Kami bayar Rp 10 Juta sewa gedung ke Pihak UIN melalui pihak pejabat BLU, pak Kastulani.

Radar Pekanbaru : Apa dan berapa kerugian kira-kira dari pihak QNET?

Laba Pornairi   : Tentu kami sangat dirugikan, alat -alat kami dilokasi banyak yang dirusak oleh oknum mahasiswa, yang mahal seperti lighting dirusak,sounsystem yang kami bawa juga di rusak, peserta dianiaya dipukul pakai kursi sampai muntah-muntah, makanan kami dilempar-lempar, taksiran kami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Yang perlu diketahui bahwa kami samasekali tidak melakukan perlawanan, padahal kami masih menang jumlah, kalau kami ingin melawan dan membealas aksi anarkis mahasiswa pasti terjadi bentrok berdarah malam itu.

Banyangkan saja jumlah kami ada sekitar 2000 peserta sementara mahasiswa paling banyak hanya sekitar 150 orang. Kami tetap perintahkan anggota AMOEBA AWARD  agar menahan diri dan demi masa depan QNET kami menghindari bentrokan, akhirnya kami dengan terpaksa membubarkan acara.

Radar Pekanbaru : Sampai sekarang sudah ada berkomunikasi dengan pihak Kampus?

Bangun Simbolon : Saya jawab, belum ada mereka menghubungi kita, seolah mereka lepas tangan, padahal kami sudah rugi banyak. Seharusnya Rektor juga turut bertanggungjawab, apasalahnya mereka dengan rendah hati pihak rektorat UIN Suska menyampaikan permohonan maaf kepada kami, karena disisni kami yang dirugikan.

Tentu pasti kami juga dengan bijak kalau mereka memohon maaaf kami juga akan memaafkan mereka atas insiden ini. Yang saya sayangkan juga pihak kepolisian dari polsek Tampan tidak profesional, saya sarankan agar Kapolsek Tampan dicopot oleh Polresta Pekanbaru, karena lari dari tanggung jawab.

Radar Pekanbaru : Kira-kira pasca pembubaran acara di UIN Suska, tidak kapok bikin acara di Pekanbaru?

Bangun Simbolon : Tidaklah, masalah UIN adalah masalah kecil, tidak akan menghentikan esistensi QNET di Pekanbaru, untuk diketahui acara AMOEBA AWARD tetap akan dilaksanakan kembali nantinya di Hotel Labersa sekitar tangggal 20 April 2016, mari kita beralih topik yang lain.

Radar Pekanbaru : Baik, kira-kira apa itu bisnis QNET, agar masyarakat tau?

Bangun Simbolon : Ini dia pertanyaan yang menarik, untuk mengedukasi masyarakat, untuk diketahui kami adalah Peluang Bisnis Direct Selling (Penjualan langsung,red )dan bukan Money Game, seperti yang dilakukan kebanyakan MLM lainnya.

Radar Pekanbaru : Peluang Bisnis  Direct Selling  Bukan Money Game, maksudnya?

Bangun Simbolon : QNET memberikan peluang kepada setiap membernya untuk menjadi distributor produk-produk yang diedarkan oleh QNET dan mendapatkan keuntungan dari bonus. Misalnya Retail Profit, ada juga yang sebut bonus langsung.

Bonus ini diperoleh seorang member saat berhasil menjual stau produk ke calon member/konsumen. Besarnya bonus adalah sebesar selisih harga member dengan harga katalog. Masing-masing produk memiliki selisih harga sendiri dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan QNET.

Radar Pekanabru : Dalam prakteknya, beragam tanggapan masyarakat menyikapi bisnis QNET. Tidak sedikit berita miring yang beredar, termasuk isu-isu penipuan yang sempat marak diberitakan media massa, apa tanggapan anda?

Bangun Simbolon : Di berbagai negara, termasuk di beberapa daerah di Indonesia, tidak sedikit yang mencurigai QNET sebagai bisnis money game karena presentasi-presentasi yang diadakan para member QNET lebih banyak berbicara tentang rekruitmen (mencari anggota) dan bukan menjual produk, sehingga terkesan seperti praktek piramida (pyramid scheme).

QNET jelas bahwa QNET bukanlah cara pintas untuk sukses, terkadang memang ada oknum member QNET yang memberikan janji-janji manfaat produk yang terlalu berlebihan. Selain itu ada juga yang mencurigai, Q NET adalah money game , asumsi ini muncul dari mahalnya harga produk-produk QNET dibandingkan produk sejenis, sehingga terkesan sebagai sarana mengumpulkan uang dalam jumlah besar dari para membernya.

Hal ini dapat juga dilihat dari peningkatan harga produk QNET dari waktu ke waktu yang sangat signifikan, padahal mahalnya barang-barang di QNET dikarenakan barang-barangnya ekskluisif dan berkualitas.

Yang perlu dicatat bahwa usaha kami legal dan terdaftar di APLI, kami juga gencar melakukan pemberantasan Monay Game dan sudah puluhan tahun membentu pemerintah memberantas praktek Money Game. (radarpku)


 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »