Kerja Mubazir, BC Dumai Kembali Musnahkan 46 Ton Bawang Merah Ilegal

Dibaca: 15123 kali  Kamis,25 Februari 2016
Kerja Mubazir, BC Dumai Kembali Musnahkan 46 Ton Bawang Merah Ilegal
Ket Foto : Bawang Ilegal Hasil Tangkapan

RADARPEKANBARU.COM - Hukum Indonesia terlalu kaku,pemerintah dari tahun-ketahun selalu memusnahkan bawang ketimbang membagi-bagikannya ke rakyat miskin, pemusnahan bawang seharusnya kedepannya perlu pertimbangan lagi.

Hari ini kantor Bea Cukai Madya Pabean Dumai, Provinsi Riau, memusnahan barang bukti 46 ton bawang merah impor ilegal, Kamis (25/2).
        
Proses pemusnahan bawang ilegal ini dilaksanakan di Markas Satuan Detasemen Rudal 004 Dumai dengan cara ditumpuk didalam sebuah lubang, dan ditimbun dengan menggunakan satu unit alat berat. Puluhan ton bawang itu adalah hasil tangkapan petugas patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 6 Februari 2016.
         
Kesubsi Penyidikan Bea Cukai Dumai Jayadi menyebutkan, bawang pelimpahan dari Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP RI saat berpatroli dengan Kapal Pengawas HIU-13 di perairan Selat Malaka pada 6 Februari 2016.
         
"Penyelundupan bawang merah menggunakan sarana pengangkut KM Ria-VII GT 30 dari Kuala Linggi Malaysia tujuan Dumai, dan ditemukan petugas patroli KKP di perairan Selat Malaka," katanya.
         
Dijelaskan, pemasukan komoditi sayuran umbi lapis segar dari Malaysia melalui perairan Dumai ini jelas melanggar ketentuan tentang karantina tumbuhan, aturan impor produk hortikultura.
         
Sebab, 46 ton bawang merah yang dikemas dalam 5.127 karung itu merupakan komoditas yang tergolong larangan atau terkena pembatasan untuk diimpor karena mempunyai sifat mudah busuk atau rusak.
         
"Kegiatan pemusnahan bawang ilegal ini telah mendapatkan penetapan dari pengadilan, dan sebelumnya dilakukan penyitaan," jelasnya.
         
Perkara tindak pidana kepabeanan bidang impor dengan pengangkutan barang impor yang tidak tercantum dalam manifes atau penyelundupan ini dilakukan oleh Rajudin Bin Muktar.
         
Aksi penyelundupan barang dilarang masuk seperti bawang merah ilegal dan pakaian dan ban bekas sejauh ini terus marak di perairan Dumai dan aparat berwenang saling berkoordinasi meningkatkan patroli.(radarpku)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »