Panik Tak Siap Mental

Demam Jika Mobil Dinas Ditarik, Memalukan Banyak Anggota DPRD Kampar Tak Siap Hidup Sederhana

Dibaca: 23096 kali  Selasa,16 Februari 2016
Demam Jika Mobil Dinas Ditarik, Memalukan Banyak Anggota DPRD Kampar Tak Siap Hidup Sederhana
Ket Foto : Bupati Kampar H Jefry Noer SH dan Nyonya

RADARPEKANBARU.COM - Banyak anggota DPRD Kampar yang tidak siap menghadapi cobaan, yaitu hidup dengan cara sederhana, mereka seolah lupa dari mana mereka berasal dan siapa yang memilih mereka?, hal kecil misalnya pemerintah ingin melakukan penghematan anggaran dengan mengurangi anggaan SPPD, anehnya banyak yang tidak siap, mereka mengeluh dan protes dianggap tidak berkeadilan.

Fenomena ini sebenarnya sudah menjadi rahasia umum, masyarakat tau sama-tau, mengingat tidak jarang juga anggota DPRD banyak yang telah tergadai SKnya di Bank. Artinya berharap gaji sudah habis membayar hutang di Bank demi memenuhi gaya hidup hura-hura jauh dari kesederhanaan, tambah panik SPPD minim ditambah lagi mobil dinas ditarik.

Untuk diketahui kali ini, Bupati Kampar kontroversial, Jefry Noer meminta agar seluruh mobil dinas Anggota DPRD Kampar untuk dikembalikan, sepertinya lagi-lagi anggota Dewan tidak siap .

Padahal kebijakan ini hal yang biasa saja, wajar sebagai bentuk penghematan serta bisa terpakai secara efektif digunakan untuk operasional distribusi bantuan terhadap para korban banjir.

"Mengacu kepada Permendagri RI Nomor 11 Tahun 2007, mobil dinas untuk anggota dewan sifatnya pinjam pakai. Ini kita lakukan untuk penertiban aset dan rasionalisasi anggaran," kata Jefry Noer, Selasa (16/2/2016).

Disebutkannya, penarikan mobil ini sudah dilakukan dengan aturan. Dimana pihak Pemkab melalui instansi terkait sudah menyurati para legislator Kampar. "Bahkan kita sudah menyurati dua kali," tegas Jefry Noer.

Jika yang bersangkutan tidak juga mengindahkan, kata Jefry, pihaknya akan melakukan penarikan paksa. "Untuk saat ini, sudah 8 unit mobil yang kita tarik," tegasnya.

Di kesempatan itu, Jefry menegaskan, penarikan mobil dinas ini benar-benar murni untuk penertiban aset serta rasionalisasi anggaran. Karena saat ini, sudah terjadi pengurangan sebesar Rp800 miliar Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Pemkab Kampar.

Dengan penarikan tersebut, kata Jefry, minimal anggaran pengeluaran bisa sedikit berkurang. "Ditambah lagi kita sedang fokus dalam membantu para korban banjir. Kemudian melakukan perbaikan infrastruktur yang hancur diterjang banjir," pungkas Jefry.

"Dan ini juga bukan masalah politik. Jadi jangan dikait-kaitkan dengan itu. Mari sama-sama kita bantu masyarakat yang terkena banjir. Mereka sedang membutuhkan kita," imbau Jefry.

Menanggapi penarikan mobil dinas DPRD Kampar salah satunya Repol Anggota DPRD Kampar dari Fraksi Golkar mengatakan, kalau Bupati mau menarik mobil Dinas tidak masalah asal sesuai aturan, walaupun terlihat wajahnya agak memerah tanda mendongkol.

" Kalau mobil dinas ditarik silakan saja, namun mekanisme penarikan itu harus sesuai aturan, mobil dinas itu memang pinjam pakai ke DPRD Kampar, di serahkankan oleh pemerintah ke lembaga DPRD, tentunya melalui lembaga DPRD secara resmi", kata Repol sebagaimana dikutip Radar dari temporiau.com.

Repol, mempersilahkan Jefri Noer menarik mobil dinas, kalau memang Jefri Noer ingin menggunakan untuk stafnya,

"Tentu perlu dipertanyakan kenapa hanya beberapa Anggota DPRD Kampar saja yang di tarik ada apa?", tanya Repol.


Repol sendiri mengaku terbiasa hidup tidak pakai mobil, "dulu kita juga tidak pakai mobil dinas.. Alhamdulilah lancar lancar saja urusan kepentingan rakyat", Ujarnya.

Anehnya Repol mengancam akan membentuk pansus Aset menertibkan semua aset daerah Kampar, termasuk mobil Dinas.

"Agar jangan ada mobil dinas digunakan untuk kepentingan diluar jam dinas, kita akan usut itu dan kita akan buat pansus Aset Kampar", tegas Repol yang di Amini Triska Felly.

Hal senada juga disampaikan Agus Chandra, politisi golkar ini menyebut bahwa Jefri sudah semena-mena tidak menghargai lembaga Rakyat .
"lembaga DPRD bukan lembaga gadungan, lembaga resmi rakyat Kampar yang harus dijaga, bukan menghancurkan lembaga ini, Wakil Rakyat bertugas sebagai lembag kontrol, legislasi, dan pembuat anggaran maka Jefri Noer seharusnya tau itu", Kata Agus Politisi Golkar yang terlihat agak cemas jika mobilnya ditarik.

Lebih lanjut Agus menegaskan, penarikan mobil dinas ini punya aturan ada perda aset, tidak sembarang saja, bahwa mobil dinas dipinjam pakaikan untuk memperlancar kinerja DPRD Kampar untuk mengurus persoalan kerakyatan.

"Jangan seenaknya saja Jefri Noer menari mobil dinas DPRD Kampar, kalau Saudara Jefri Noer ingin melumpuhkan lembaga DPRD ini caranya ya Silakan saja tarik saja mobil dinas semua, kenapa hanya 4 atau 6 saja" katanya.

Agus juga mempertanyakan alasan apa Jefri Noer menarik mobil Dinas DPRD Kampar.

"Apa alasannya tunjukan kepada kami, jangan seenaknya saja menggunakan cara cara premanisme dan tak beraturan," tuturnya.

Agus berharap kepada Jefri Noer menjelang akhir masa jabatannya jangan berbuat yang aneh-aneh.

"Tinggalkan kesan yang baik kepada masyarakat jangan meninggalkan kesan yang buruk, " katanya lagi. (radarpku)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »