Eksistensi Gafatar di Riau, Salah Seorang IRT Telah Kehilangan Anaknya

Dibaca: 20246 kali  Jumat,22 Januari 2016
Eksistensi Gafatar di Riau, Salah Seorang IRT Telah Kehilangan Anaknya
Ket Foto : Baju David Zakarsi (23) yang bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar)

RADARPEKANBARU.COM - Muniarti (44) Ibu Rumah Tangga (IRT) ditinggalkan anaknya, David Zakarsi (23) yang bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kalimantan sejak Agustus 2015. Muniarti berencana melapor ke Polda Riau.

Munarti saat berbincang dengan wartawan, Jumat (22/1/2016) mengatakan, David awalnya mengaku akan bekerja di perkebunan kelapa sawit di PT Nusantara di Kalimantan.

"Saat itu anak saya pamitan akan kerja di Kalimatan. Katanya, dia diajak bosnya. Tapi saya tak bertanya siapa bosnya," kata Muniarti yang kesehariannya bekerja sebagai tukang cuci dan gosok di rumah warga.

Menurut Muniarti, saat anaknya berada di Kalimantan, komunikasi tetap terjalin. Belakangan, ketika kasus rekrutmen Gafatar mencuat di media, barulah Muniarti mengingat kondisi anaknya.

"Waktu di TV mulai ramai soal Gafatar, barulah teringat kalau anak saya gabung di sana. Ini karena ada kaus yang ditinggalkan di rumah dengan tulisan Gafatar. Kaos itu sebelumnya sering dia pakai di rumah," kata Muniarti.

Sejak kasus orang hilang karena direkrut Gafatar menjadi sorotan, David tak bisa lagi dihubungi. Sudah satu setengah bulan komunikasi dengan anaknya terputus.

"Baru dua hari ini saya bisa komunikasi sama dia (David). Tapi sepertinya ada perubahan, dia suka marah, dan dia tak mau pulang. Alasannya karena sudah kerja menetap di sana," kata Muniarti yang tinggal di rumah papan, Jl Paus Gang Jambu, Kelurahan Wonorejo, Marpotan Damai, Pekanbaru.

Menurut Muniarti, sebelum pergi ke Kalimantan David memang terlihat agak berbeda. David lebih banyak diam.

"Sekitar sebelun sebelum berangkat, dia lebih banyak diam. Padahal biasanya dia suka cerita. Kalau pulang kerja sore hari, dia banyak diam," ujar Muniarti.

Khawatir dengan nasib anaknya di Kalimantan, Muniarti berencana melaporkan masalah ini ke Polda Riau.

"Rencana habis Jumatan, saya akan ditemani Ketua RT, untuk melapor ke polisi. Rencananya mau ke Polda Riau," kata Muniarti. (cha/fdn)


Detik

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »