Polemik Kepengurusan PPP

Djan Farids : Terserah Romi Mau Balik Ke Muktamar Bandung, Solo Atau Yogya

Dibaca: 11961 kali  Sabtu,09 Januari 2016
Djan Farids : Terserah Romi Mau Balik Ke Muktamar Bandung, Solo Atau Yogya
Ket Foto : Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz

RADARPEKANBARU.COM-Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz tak ambil pusing dengan langkah politik Romahurmuziy yang menyebut kepengurusan PPP kembali ke Muktamar Bandung. Baginya kepengurusan yang sah adalah kepengurusan yang dipimpinnya.

"Siapa yang larang dia mau balik ke Bandung, Solo, Yogya. Kan Indonesia punya banyak kota, jadi siapa yang larang," kata Djan Faridz santai saat dihubungi wartawan ,Jumat (8/1/2016) malam.

Tapi yang jelas Djan menyebut kepengurusannya yang sah. Sebab Mahkamah Agung sudah mengeluarkan putusan atas keabsahan kepengurusan Muktamar Jakarta.

"Keputusan MA ada dua, satu membatalkan Muktamar Surabaya, satu lagi mengesahkan Muktamar Jakarta yang ketumnya Djan Faridz dan Sekjen Dimyati Natakusumah. Tinggal keluar pengesahan doang. Itu doang gampang, ya Allah" tutur dia.

Atas dasar putusan MA, Djan menyebut organisasi partai tetap bisa dijalankan dengan komandonya. Tak ada urusan dengan Romahurmuziy yang SK kepengurusannya dicabut  Menkum HAM Yasonna Laoly.

"Mau (Muktamar Jakarta) disahkan Menkum HAM apa nggak disahkan memang saya urusin? Yang penting RI adalah negara hukum, presiden RI diangkat jadi presiden karena keputusan MK. Nah keputusan MA sama MK itu sama kekuatan hukumnya. Kalau MA memutuskan kami yang sah, sah dia" tegas Djan.

"Tapi kalau ada orang yang sebut nama kota jangan dilarang" sebutnya.

Romi memang menyebut kepengurusan PPP kini kembali ke Muktamar Bandung pasca dicabutnya SK Kepengurusan PPP hasil Muktamar Surabaya. Romi di Muktamar Surabaya terpilih menjadi Ketum. Namun karena SK kepengurusan dicabut, otomatis kepemimpinan kembali ke Suryadharma Ali hasil Muktamar Bandung.

Dia mengatakan kepengurusan Bandung akan menggelar Muktamar Islah. Pelaksanaan Muktamar akan ditentukan setelah gelaran Mukernas pekan depan.

"Kita tadi mengambil waktu tentatif. Tapi di bulan Januari ini kita rencanakan akan ada muktamar. Tapi tentang kapan, dimana itu tergantung dengan mukernas" kata Romi usai menggelar rapat konsolidasi kepengurusan Muktamar Bandung di Hotel Ibis Cawang, Jaktim, Jumat (8/1/2016) malam.

Sekjen PPP hasil Muktamar Bandung ini berharap, muktamar islah dihadiri kepengurusan Muktamar Jakarta pimpinan Djan Faridz. Muktamar ini penting untuk menyatukan dua kubu di internal.

"Yang paling penting adalah adanya kesepakatan pada malam ini untuk menyelesaikan semua konflik di PPP dan menerima usulan para senior untuk menggelar islah. Tidak lagi dipersoalkan muktamar VIII atau IX atau 8,5. Tapi ini adalah muktamar islah sebagaimana diinginkan pemerintah yang merangkul seluruh komponen. Kami yang sedang menempuh proses hukum juga akan menyesuaikan terhadap keputusan untuk melakukan muktamar islah ini," tutur Romi menutup. (dtc)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »