Menjelang PON Jabar 2016

Anggaran Minim, KONI Riau Tetap Optimis 10 Besar

Dibaca: 23650 kali  Selasa,05 Januari 2016
Anggaran Minim, KONI Riau Tetap Optimis 10 Besar
Ket Foto : Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Riau Emrizal Pakis

RADARPEKANBARU.COM-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau tetap optimis timnya akan masuk dalam 10 besar pada ajang Pekan Olahraga Nasional Jawa Barat 2016 mendatang, meskipun tidak didukung dengan jumlah dana yang memadai.

Rasa percaya diri KONI Riau tersebut bukanya tanpa alasan, pasalnya dari prediksi jumlah atlet yang lolos dari 150 orang meningkat drastis menjadi 355 orang atlet.

Berbagai cabang olahraga yang sudah memastikan lolos, juga sudah berkomitmen untuk meraih prestasi juara dan meraup medali dalam perhelatan olahraga terbesar di Indonesia itu.

Namun semangat dan rasa percaya diri KONI dan berbagai cabang olahraga tersebut saat ini juga terkendala dengan anggaran dana yang disetujui hanya bekisar Rp40 miliar. Padahal kebutuhan tim PON Jabar 2016 dirluar bonus atlet berprestasi diperkirakan menelan biaya Rp70 miliar.

Jika dibandingkan dengan Provinsi tetangga seperti Jambi dan Lampung, dimana anggaran mereka mencapai Rp90 miliar dengan jumlah kuota atletnya yang dibawah Riau, tentunya sangat tidak berimbang.

Melihat kenyataan tersebut KONI Riau tidak tinggal diam dan hanya pasrah dengan kondisi tersebut. Berbagai cara kini dilakukan KONI untuk menutupi kekurangan dana yang dibutuhkan seperti biaya latihan atlet, pembelian alat-alat serta biaya training camp beberapa cabor baik yang dilaksanakan di Riau maupun di Pulau Jawa.

Salah satu langkah yang diambil KONI Riau, saat ini adalah memberikan kesempatan kepada Perusahaan-perusahaan yang ada di Riau untuk menjadi orang tua angkat pada salah satu cabang olahraga yang sudah dinyatakan lolos.

Hal tersebut diungkapkan Ketua KONI Riau, Emrizal Pakis kepada wartawan Selasa, 5 Januari 2016 di Gedung KONI Riau. "pokoknya target kami tetap masuk 10 besar bagaimanapun kondisinya, jika ada perusahaan baik itu BUMN maupun swasta yang kiranya tergerak untuk membantu, bisa berupa apa saja. Termasuk dengan menjadi orang tua asuh salah satu cabor misalnya. Atau mereka hanya ingin menanggung penginapan atau transportasinya saja juga tidak masalah" ungkap Rizal.

Diakuinya saat ini memang beberapa cabor masih terkendala alat dan tempat latihan. Dimana sebagian cabor masih menggunakan peralatan usang yang sudah tidak layak digunakan untuk bertanding. "Ada sebagian cabor memang kondisinya memprihatinkan, terutama pada perlatan bertanding, nah jika semua harus menggunakan anggaran yang ada, tentunya jauh dari cukup" sambungnya.

Ditanya apakah sudah ada perusahaan yang bersedia menjadi orang tua angkat, dirinya mengaku sampai saat ini belum ada. "Ada beberapa perusahaan secara lisan bersedia membantu, tapi kita belum mendapat kepastian bentuk bantuannya. Kalau yang resmi menjadi orang tua angkat sampai hari ini belum ada yang resmi" tandasnya. (*)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »