Akhirnya Pembangunan Gedung Mewah DPRD Riau Batal Dianggarkan

Dibaca: 15815 kali  Selasa,15 Desember 2015
Akhirnya Pembangunan Gedung Mewah DPRD Riau Batal Dianggarkan
Ket Foto : Sekretaris Komisi D DPRD Riau yang membawahi bidang infrastruktur, Asri Auzar

RADARPEKANBARU.COM - Rencana pembangunan gedung baru DPRD Riau dengan dana sebesar Rp50 miliar pada tahun 2016 batal dianggarkan, meskipun sudah disahkan dalam paripurna nota kesepahaman Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) beberapa waktu lalu.        
     
Sekretaris Komisi D DPRD Riau yang membawahi bidang infrastruktur, Asri Auzar di Pekanbaru, Senin mengatakan setelah rapat dengan mitra, anggaran itu disepakati dialihkan untuk pembangunan lain. Selain itu juga karena "Detail Engeneering Design" dan uji publik yang belum ada.

"Dana itu dirasionalisasikan ke tempat lain, seperti pembangunan perumahan di kampung kumuh, taman hijau di Jalan Ahmad yani, dan pengadaan air bersih. Dana sebanyak Rp50 miliar itu kita anggarkan ke situ," kata Politisi asal Rokan Hilir itu.

Sebelumnya, menurut dia keputusan untuk memasukkan pembangunan gedung baru dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2016 karena meningkatnya jumlah anggota dewan. Sebelumnya hanya berjumlah 55 anggota dan sekarang sudah 65 anggota.

"Sekarang ada 65 wakil rakyat, sedangkan pada sebelumnya hanya 55 orang, sehingga menurut kami perlu penambahan ruangan," sebutnya.

Tidak hanya Asri, mayoritas anggota dewan sedianya setuju dengan pembangunan gedung baru itu. Seperti halnya Wakil Ketua Komisi D, Hardianto yang mengatakan bahwa gedung itu nantinya bukanlah milik anggota dewan, tapi inventaris Provinsi Riau.

"Kita sangat setuju usulan itu, cuma memang masih ada kekurangan dalam bentuk uji publik yang belum jelas. Apakah bisa melanjutkan pembangunan gedung ini atau tidak, kita berharap kepada semua pihak menyetujui rencana ini," katanya.

Pembangunan gedung DPRD Riau sebelumnya juga menuai sorotan. Koordinator Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau, Usman menilai hal itu sebagai suatu pemborosan sedangkan kinerja dewan masih belum terlihat.(*)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »