Rp50 Miliar Uang Rakyat Untuk Pembangunan Gedung Baru DPRD Riau

Dibaca: 16445 kali  Rabu,25 November 2015
Rp50 Miliar Uang Rakyat Untuk Pembangunan Gedung Baru DPRD Riau
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM- Pembangunan Gedung DPRD Riau dianggarkan senilai Rp50 miliar masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2016.

"Ada Rp50 miliar, pembangunan gedung DPRD Riau tulisannya pembangunan. Tapi masuk KUA-PPAS, belum dibahas di badan anggaran, baru usulan," kata Sekretaris Komisi D DPRD Riau, Asri Auzar di Pekanbaru, Selasa.

Dikatakannya bahwa alasan pembangunan adalah karena memang Gedung DPRD Riau yang dinilai saat ini sempit. Pada periode 2009-2014 anggotanya berjumlah 55 orang, tapi sekarang menjadi 65 orang.

Jumlah komisi dari empat menjadi lima dan fraksi juga bertambah satu. Hal ini membuat beberapa ruangan seperti untuk ketua dan wakil-wakil dewan serta sekretaris dewan ditata ulang dan berpindah-pindah.

"Layak atau tidak layak biarlah masyarakat yang menilai, tapi menurut saya untuk pembenahan ke depan itu bagus," ujarnya.

Dia mengatakan jika selesai nantinya, gedung ini juga akan menjadi aset provinsi. Ini tidak ada salahnya jika uang pemerintah daerah ada untuk membangunnya. Pembangunan juga akan dilakukan Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Riau, dan bukan Sekwan DPRD.

"Kalau ada yang lebih penting dari ini, dianggarkan saja ke yang lain dulu," tambahnya.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran, Aherson ketika ditanyai terkait hal itu mengatakan belum ada pembahasan soal itu. Anggaran itu belum nampak karena banggar hanya membahas plafon anggaran untuk diselesaikan terlebih dahulu.

"Kemudian baru rancangan APBD dan Rencana Kerja Anggaran, barulah nampak kegiatannya di situ. Dan komisi nanti yang akan bahas. Kalau perlu dilanjutkan, kalau tidak akan dicoret anggaran itu dan pindahkan ke yang lain," jelas Ketua Komisi C ini.(*)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »