Peneliti: Riau Perlu Bangun Kanal Blocking

Dibaca: 16129 kali  Selasa,08 September 2015
Peneliti: Riau Perlu Bangun Kanal Blocking
Ket Foto : Peneliti gambut tropis Universitas Riau Dr Wawan menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Riau belum membangun 1.000 kanal blocking (penyekat) di lahan gambut untuk meminimalisir kebakaran hutan dan lahan di Riau.

RADARPEKANABRU.COM- Peneliti gambut tropis Universitas Riau Dr Wawan menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Riau belum membangun 1.000 kanal blocking (penyekat) di lahan gambut untuk meminimalisir kebakaran hutan dan lahan di Riau.

"Terkait kanal blocking, itu pastinya tidak main-main. Sudah langsung ditangkap, langsung dikaji, langsung ditentukan, langsung turun anggaran dan segera diterapkan dari kemarin sebelum ini terjadi," ucap Wawan mengingatkan di Pekanbaru, Senin.

Ia mengaku, kecewa dan sangat menyayangkan sikap pemerintah daerah karena menimbulkan kesan lamban membangun kanal blocking yang direncanakan pada Juni tahun ini, demi menjaga kesehatan enam juta penduduk dan selamatkan perekonomian warga.

Pembangunan pintu-pintu penyekat itu berguna mengatur ketinggian air di lahan gambut terutama gambut dalam pada daerah-daerah wilayah Riau pesisir seperti di Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Bengkalis.

Sedikitnya waktu itu, lajut dia, ada empat daerah dari 11 kabupaten/kota di Riau telah menyatakan siap membangun kanal blocking terutama daerah memiliki lahan perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri seperti Siak, Bengkalis, Rokan Hulu dan Pelalawan.

"Kalau kanal blocking, tidak perlu detail sekali "detail engineering design/DED". Asal udah tahu kondisi dibangun di sini, langsung diukur berapa panjangnya, berapa dalamnya dan dimensi seperti apa. Idealnya pakai DED, tapi bisa sederhana," katanya.

Pihaknya mendapat informasi soal pembangunan kanal blocking di Riau terhambat karena permasalahan usulan harga dari Provinsi Riau yang terlalu mahal.

"Untuk di beton, tidak perlu. Kalau saya tidak salah usulan dari sana (pemerintah pusat) sekian, tahu usulan dari kita dinilai terlalu mahal. Itu yang kemudian tidak bisa berjalan pembangunan kanal blocking, padahal itu sudah berapa bulan," terang Wawan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya sebelumnya menyatakan, program penyekatan 300 kanal liar untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan gambut di Provinsi Riau akan mulai dilaksanakan pada Juni 2015.

Laporan usulan lokasi kanal liar akan diterapkan sekat kanal sudah masuk ke kementerian. "Usulan yang masuk ada 300 kanal dan sekarang dalam proses verifikasi. Rencana sudah ada, tinggal operasional saja," katanya.

Dia mengatakan, pembiayaan program kanal penyekatan menggunakan anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Anggaran disiapkan sekitar Rp15 miliar," ujarnya.(ant)
 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »