ZK Mantan Pejabat yang Diduga Pernah Pukul Mahasiswa ini Nyatakan Siap Maju diPilwako Pekanbaru 2017

Dibaca: 12710 kali  Jumat,28 Agustus 2015
ZK Mantan Pejabat yang Diduga Pernah Pukul Mahasiswa ini Nyatakan Siap Maju diPilwako Pekanbaru 2017
Ket Foto : Zulkarnain Kadir

RADARPEKANBARU.COM– Walau Pilkada serentak tahap awal baru saja dimulai, namun Pilkada serentak tahap kedua juga sudah mulai terasa semangatnya. Hal ini ditandai dengan mulai munculnya bakal calon yang yang akan maju di Pilkada yang akan dilaksanakan pada tahun 2017 tersebut.

Salah satu bakal calon yang akan maju, Zulkarnain Kadir misalnya, masih terang bendarang di ingatan publik mantan pejabat yang satu ini pernah terlibat dalam kasus pemukulan terhadap mahasiswa di Gedung Dewan 'on August 9th, 2011' yang lalu.

sekedar untuk  menyegarkan ingatan publik radar pekanbaru kembli membuka sedikit peristiwa di Rapat Paripurna Istimewa DPRD Riau dengan agenda peringatan HUT Propinsi Riau ke-54, saat itu acara mendadak ricuh dengan adanya peristiwa pemukulan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Muhammad Aderman oleh Kepala Kesbangpolinmas Propinsi Riau Zulkarnain Kadir.

Rapat Paripurna berlangsung tertib sebelumnya, namun ketika Gubernur Riau Rusli Zainal berpidato, belasan mahasiswa dari BEM se-Kota Pekanbaru membentangkan spanduk bertuliskan “Selamat HUT Provinsi Riau ke-54, Rusli Zainal Gagal!”. Seketika itu juga Zulkarnain Kadir dan beberapa ajudan Gubernur yang berjumlah lima orang merangkul Ade dan memukulnya.

“Sebenarnya aksi kami tidak anarkis dari awal, kami hanya menyampaikan aspirasi bahwa Rusli Zainal sebagai Gubernur Riau telah gagal pada HUT Riau ke-54 ini, tapi petugas dan anak buah Rusli berlebihan dalam menanggapi aspirasi kami,” ujar Presiden BEM Universitas Riau Nofri Andri Yulan sebagaimana dikuti Radar Pekanbaru dari IndonesiaBicara.com,  Selasa (09/08).

Menurutnya, pihak kepolisian justru tidak banyak terlibat untuk mengamankan mahasiswa, pihak yang bukan bidang pengamanan malah justru bertindak berlebihan dalam mengamankan mahasiswa.

“Yang kita kecewakan adalah sikap dari pejabat Riau, Zulkarnain Kadir dan ajudan Rusli Zainal yang banyak ikut campur, polisi malah tidak banyak terlibat. Hal ini sebenarnya bukan wewenang dia, dia malah menjadi provokator kericuhan, lima pukulan masuk ke badan kawan saya, Muhammad Ade,” tambah Nofri. Permasalahan inipun telah dilaporkan sebagai tindakan kekerasan ke Polresta Pekanbaru.

Dikatakan Nofri,saat itu  Gubernur Riau Rusli Zainal dinilai gagal oleh mahasiswa karena peningkatan ekonomi Riau yang digembar-gemborkan Rusli sebesar 75% di Riau bukan untuk rakyat, tapi untuk pengusaha karena indikatornya hanya dari angka-angka makro, karena tingkat pengangguran yang masih tinggi, kemiskinan di desa semakin banyak.

Banyaknya permasalahan hukum yang belum tuntas, pembakaran hutan yang masih terus terjadi di Pulau Padang di Kabupaten Meranti dan illegal logging yang masih merajalela membuktikan bahwa Gubernur Riau tidak memiliki komitmen pada pelestarian alam.

“Rusli Zainal dinilai gagal karena sampai saat ini program utama Rusli yaitu K2I (Program pengentasan kemiskinan, kebodohan dan minimnya infrastruktur) belum berjalan sebagaimana yang diharapkan,” kata Nofri.

Lebih lanjut menurutnya, dana untuk pembangunan infrastruktur seperti gedung-gedung bertingkat cepat dikeluarkan, tapi untuk yang sifatnya bersentuhan langsung rakyat kecil sangat lambat dicairkan dan cenderung sering bermasalah.

“Pemerintah Provinsi Riau gagal total pada Hari Ulang Tahun yang ke-54. Gubernur hanya bisa melakukan pencitraan politik dengan menyuguhkan bangunan gedung-gedung tinggi dan restoran-restoran megah yang tidak dibutuhkan rakyat. Pembangunan yang dilakukan hanya di Kota tidak akan berdampak besar pada rakyat, kecuali bila pembangunan itu dilakukan di Kabupaten,” tutupnya.

Selain itu Zulkarnain Kadir juga menyisakan sejumlah kudis diasat mejabat, salah satunya pembangunan gedung eskalator gedung dewan mangkrak saat itu, namun anehnya jejak tiang panjang pembangunannya juga di lenyapkan saat Zulkadi menjabat sekwan, kuat dugaan sengaja di lenyapkan untuk menghilangkan jejek korupsi proyek abal-abal ala "premen".

Keterangan Foto : Proyek pemasangan eskalator atau tangga berjalan di gedung DPRD Riau lenyap tanpa pertanggungjawaban yang jelas.

Menariknya lagi tanpa malu dengan beberapa alasan mantan Sekretaris DPRD Riau ini menyatakan keinginannya maju di Pilkwako Pekanbaru. Menurutnya, pengalamannya di bidang pemerintahan merupakan salah satu modal yang bisa diandalkan untuk maju di Pilwako nantinya.

“Saya punya pengalaman di bidang pemerintahan, saya pernah memegang eselon dua di pemerintahan provinsi selama 10 tahun, dan dari sisi pangkat, di PNS pun sudah yang terakhir, yakni IV D,” kata Zulkarnain Kadir kepada wartawan, Kamis (27/8/2015).

Selain itu, ia juga merupakan putra daerah, yang lahir dan besar di Pekanbaru. Hal itu menurutnya juga merupakan modal, karena ia juga tahu banyak tentang kondisi Pekanbaru, baik di masa lalu, pun di masa kini.

“Saya besar dan lahir serta hidup di pekan baru saya tahu denyut nadi pekan baru dari awal sampai sekarang,” ulasnya, padahal pejabat non job yang satu ini tinggal di kampar bukan di pekanbaru persisnya  dikecamatan siak hulu desa pandau jaya.

Pria yang satu ini mengaku masih menunggu ujian disertasi S3 di Universitas Islam Bandung (Unisba) ini juga menyatakan siap meninggalkan statusnya sebagai PNS, sebagaimana keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu, yang sudah diterapkan pada Pilkada serentak tahap awal ini.

“Saya siap nantinya kalau niat ini berjalan semestinya, yakni mundur sebagai PNS, walau pun saya masih punya masa kerja delapan tahun kalau dihitung pensiun umur 60 tahun,” imbuhnya.

Untuk maju nantinya, Zulkarnain mengaku tidak keberatan dengan siapa pun ia akan berpasangan. Baginya, yang terpenting adalah pasangannya tersebut sejalan dan sama-sama memiliki pemikiran serta konsep yang sama, yakni membangun Kota Pekanbaru yang modern dan madani.

“Ada beberapa niat saya, kalau memang niat ini terjadi. Yang pertama adalah pembenahan transportasi masal, salah satunya membuat monorel dari tempat-tempat strategis. Misalnya dari bandara Sultan Syarif Kasim menuju kawasan Rumbai, dan lainnya,” tutur zulkadir yang sangat menggelikan, membangun eskalator saja gagal sekarang mengumbar janji membangun proyek monorel.

Selain itu, ia juga bermimpi memiliki keinginan untuk membuat jalan lingkar atau ring road di pinggir kota, untuk akses masuk kota, dan juga pengembangan pembangunan daerah pinggir di Kota Pekanbaru. Selain itu, juga menata sungai sail menjadi halaman atau etalase Kota Pekanbaru, dan juga membuat ruang publik dan ruang terbuka hijau sebagai wadah interaksi masyarakat Kota Pekanbaru, antara lain dengan membuat Pekanbaru city work, seperti bukit bintang di Kuala Lumpur.

“Saya setuju pengembangan pusat pemerintahan Kota Pekanbaru. Tapi saya tidak setuju memakai dana APBD. Kita upayakan Pekanbaru menjadi kota perekonomian, dan tenayan pusat pemerintahan, tetapi dari konsep awal ini tidak akan meninggalkan kemadanian,” pungkasnya, terdengar mennggelikan di telinga (radarpku/tribunpku)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »