Kejadian di IPDN Rohil ,Menurut Direktur Bukan Kasus Pemerkosaan Namun Kasus Prostitusi Seks

Dibaca: 51657 kali  Selasa,07 Juli 2015
Kejadian di IPDN Rohil ,Menurut Direktur Bukan Kasus Pemerkosaan Namun Kasus Prostitusi Seks
Ket Foto : IPDN di Ujung Tanjung Rohil-Riau

RADARPEKANBARU.COM - Ternyata kasus amoral yang terjadi di IPDN Rokan Hilir tidak hanya sebatas kasus amoral biasa.

Melainkan kasus ini juga terlibat seorang mucikari penghubung sesama teman prajanya untuk melakukan seks. Dialah praja inisial W yang berasal dari Jawa Timur.

Sedangkan pelaku utamanya, R praja dari Jawa Tengah yang dihubungkan W dengan praja pria lainnya.

Menurut keterangan Direktur IPDN Rohil, sudah empat korban dari R di IPDN Rokan Hilir.

"Semuanya sudah ditangani komisi Disiplin IPDN Jatinangor dan sudah diberhentikan semuanya," ujar Rizka Utama, Direktur IPDN Rohil, Senin (5/72015).

Menurut Rizka Utama, kelakuan kelainan seks yang terjadi di IPDN ini sudah terbongkar sejak setahun lalu melalui pemeriksaan kesehatan rutin.


"Bukan mulai terjadi di Rohil, tapi sejak mereka di Jatinangor sudah mengidap kelainan itu," ujar Rizka.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) Kabupaten Rokan Hilir, Rizka Utama Nasution akhirnya tampil mengklarifikasi aksi pemerkosaan antrapraja yang terjadi di kampus pencetak calon pamong tersebut.

Rizka Utama membantah ada peristiwa pemerkosaan, melainkan tindakan amoral yang dilakukan dua praja putri IPDN berinisial W dan R.

"Bukan pemerkosaan tapi tindakan amoral yang dilakukan dua putri praja, korbannya empat laki-laki praja," ujar Rizka Utama saat memberikan keterangan pers kepada wartawan Senin (5/7/2015) pagi.

Menurut Rizka Utama dirinya akan meluruskan kejadian tersebut kepada Mendagri yang mengatakan kasus tersebut pemerkosaan karena minimnya pengawasan.

"Saya akan coba luruskan kepada Pak Mendagri soal informasi yang sebenarnya, bukan pemerkosaan, melainkan amoral saja," ujar Rizka Utama.

Sebelumnya, pada Jumat pekan lalu, saat berbicara dalam rapat koordinasi persiapan Pilkada serentak di Balai Serindit, Gedung Daerah, Jl Diponegoro Pekanbaru, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan enam praja sudah dipecat dalam kasus perkosaan di IPDN kampus Riau di Rokan Hilir.

Menurut dia, kasus asusila ini terjadi lantaran minimnya pengawasan. Salah satunya karena keberadaan IPDN di Rokan Hilir yang sulit dijangkau dari ibu kota provinsi.

Karena itulah ia tengah mengupayakan agar kampus IPDN dipindahkan dari Rokan Hilir (Rohil).

"Pelakunya (pemerkosaan) enam orang, semuanya sudah saya pecat," ujar Tjahjo di hadapan Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kapolda Riau Brigjen Pol. Dolly Bambang Hermawan, komisioner KPU dan Bawaslu se-Riau dan seluruh perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bukan hanya memecat enam praja, Tjahjo mengatakan akan memberi sanksi bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab di IPDN Rokan Hilir. Termasuk dengan mencopot Direktur IPDN Rokan Hilir Rizka Utama.

"Kepalanya (Direktur IPDN Rokan Hilir) juga akan dicopot," ujar Tjahjo. (radarpku/tribunpku)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »