APRIL Group Umumkan Periode Rawan Kebakaran (Fire Danger Period) di Seluruh Area Konsesi Riau

Dibaca: 12319 kali  Jumat,26 Juni 2015
APRIL Group Umumkan Periode Rawan Kebakaran (Fire Danger Period) di Seluruh Area Konsesi Riau
Ket Foto : Jumat (26/6/15) APRIL Group mengumumkan Fire Danger Periode

RADARPEKANBARU.COMI-Hari ini, Jumat (26/6/15) APRIL Group mengumumkan Fire Danger Periode yang berlaku di seluruh wilayah konsesinya di Provinsi Riau sejak 1 Juli-31 Agustus 2015. Langkah tersebut merupakan upaya pencegahan kebakaran hutan yang pertama kali dilakukan oleh perusahaan kehutanan di Indonesia.

Pengumuman itu merupakan bagian dari upaya holistik pencegahan kebakaran hutan, sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan yang selangkah lebih maju dalam upaya kolaboratif menekan masyarakat lokal melakukan pembakaran dan membantu mencegah terjadinya kebakaran.

Fire Danger Period akan menjadi peringatan bagi karyawan perusahaan dan masyarakat di Riau, agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran di sekitar areanya selama musim kemarau. Hal itu juga menjadi sinyal bagi masyarakat setempat, bahwa larangan membakar akan diberlakukan di area konsesi APRIL.

Artinya, masyarakat dilarang menyalakan api di udara terbuka. Produsen pulp dan kertas itu akan terus menginformasikan dengan melalui papan peringatan, menggelar pertemuan dengan masyarakat desa, dan memanfaatkan alat komunikasi lainnya.

“Kami menyadari bahwa api menjadi ancaman, tidak hanya bagi HTI dan area konservasi yang dikelola APRIL, tetapi juga terhadap konsesi di sekitarnya milik masyarakat. Pengumuman Fire Danger Period akan meningkatkan kesadaran karyawan perusahaan, kontraktor, dan masyarakat lokal terhadap risiko kebakaran selama periode musim kemarau tahunan,” kata Fiber Technical Services Director APRIL Periasamy.

Demi menjamin persiapan yang matang dan terjadinya kebakaran yang tiba-tiba di dalam atau sekitar area konsesi, APRIL akan meningkatkan patroli tim kebakaran baik di darat maupun udara, serta aktif bekerjasama dengan masyarakat sekitar guna mencegah kebakaran selama periode tersebut. Hingga saat ini, APRIL telah berinvestasi lebih dari USD 6 juta untuk membangun tim kebakaran khusus dan pengadaan peralatan pemadaman kebakaran.

Investasi itu juga termasuk pelatihan pemadaman kebakaran bagi 700 orang yang berasal dari masyarakat. APRIL juga mengoperasikan hotline kebakaran selama 24 jam (+62 811 7072121) agar masyarakat dapat melaporkan kebakaran yang terjadi di dalam atau sekitar area konsesi.

“Pencegahan kebakaran adalah perhatian utama dalam pengelolaan kebakaran di area konsesi yang terintegrasi bagi APRIL. Selama lebih dari dua tahun terakhir, seluruh kebakaran yang terjadi diakibatkan oleh ulah manusia yang bertujuan untuk membuka lahan dan pertanian,” ujar Strategic Fire Management APRIL Craig Tribolet.

Untuk alasan tersebut, APRIL membangun kemitraan berbasis masyarakat dan memprakarsai sejumlah program, seperti Desa Bebas Api dan Program Bentang Alam Bebas Api. Upaya itu dimaksudkan untuk membangun pengetahuan masyarakat sekitar, kemampuan, dan ketahanan terhadap pencegahan kebakaran.

Dalam program ini, perusahaan menyediakan peralatan bagi masyarakat lokal dan informasi untuk meningkatkan pemahaman terhadap pencegahan kebakaran, serta meningkatkan akses kepada alternatif sistem pertanian berkelanjutan. Keduanya sangat penting untuk membuat keputusan yang lebih baik terhadap pengelolaan pemanfataan lahan dan mewujudkan area konsesi bebas kebakaran.

“Pencegahan adalah bagian sangat penting dari pengelolaan, yaitu memadamkan api sebelum kebakaran terjadi. Masyarakat harus sadar terhadap kerusakan besar akibat kebakaran yang tak terkendali. Hingga saat ini tim pemadam kebakaran kami berupaya melakukan persiapan matang dan kemampuan menghadapi kebakaran yang terjadi tiba-tiba, kami juga membutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat di Riau untuk menekan jumlah kebakaran yang terjadi setiap tahun,” kata Craig Tribolet. (rls)
 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »