Palsukan Keterangan Saksi

Jaksa Sobrani Binzar SH Dilaporkan ke Kejati Riau

Dibaca: 31590 kali  Rabu,18 Desember 2013
Jaksa  Sobrani Binzar SH Dilaporkan ke Kejati Riau
Ket Foto : Kejaksaan Negri Bangkinang
PEKANBARU,(radarpekanbaru.com)-Seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkinang, Sobrani Binzar SH dilaporkan tiga orang saksi ke Asisten Pengawasa (Aswas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Pasalnya yang bersangkutan diduga telah melakukan keterangan mereka di persidangan.

Ketiga pelapor merupakan saksi "A de Charge" (meringankan) untuk terdakwa Dame Eri Sandi br Panggabean, terdiri dari Erpita Br Tompul, Elistra Aritonang dan Rhonny Star Gultom mendatangi Kejati Riau, Selasa (17/12/13) sekitar pukul 11.00 WIB. Laporan tersebut diterima langsung Aswas Kejati Riau dan seorang stafnya.

Salah seorang pelapor, Erpita Br Tompul (55) kepada wartawan, mengaku tidak pernah mengatakan hal yang ditulis jaksa dalam berkas tuntutan. Sehingga dia menilai tuntutan itu itu bertolak belakang dari fakta persidangan.

"Dalam kesaksian saya tidak pernah mengucapkan kata-kata saksi Mutiara boru Gultom menyerahkan uang kepada terdakwa. Saya juga tidak tahu bahwa sudah terjadi pinjam meminjam uang antara saksi Mutiara boru Gulton dengan terdakwa Dame Panggabean," tukasnya.

Hal senada juga diungkapkan pelapor kedua, Elistra br Aritonang yang mengaku tidak pernah mengungkapkan dirinya menjelaskan saksi pernah meminjam uang kepada saksi Mutiara br Gultom dan uang tersebut "dibungakan" seperti yang dituliskan jaksa Sobrani Binzar SH dalam tuntutan.

Dalam amar tuntutan yang ditandatangani JPU Sobrani Binzar SH terdakwa Dame Eri Sandy Boru Panggabean disebutkan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja melawan hukum, memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain sebagaimana diatur dalam pasal 372 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP sesuai dakwaan alternatif kedua jaksa. Terdakwa Dame Panggabean sendiri telah dituntut selama 1 tahun 6 bulan penjara dengan 20 lembar kwitansi penyerahan uang.

Kasi Humas dan Penkum Kejati Riau, Mukhzan SH saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat tersebut dan segera mempelajari kasusnya.

"Laporan sudah diterima, kita pelajari dulu, dan akan kita liat perjalanan sidangnya, serta vonis dari hakim, jika terbukti, ada sanksi yang akan dikenakan kepada jaksa tersebut," ungkapnya.(ram)

Sumber : riauterkini
Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »