Ini Dia 'Dewi Pencabut Nyawa' dari Riau yang Mengoleksi 6 Vonis Mati

Dibaca: 12303 kali  Kamis,28 Mei 2015
Ini Dia 'Dewi Pencabut Nyawa' dari Riau yang Mengoleksi 6 Vonis Mati
Ket Foto : Sorta Ria Neva (dok.pn siak)

Pekanbaru - Ketua Pengadilan Negeri (PN) Siak, Riau, Sorta Ria Neva dikenal sebagai 'dewi pencabut nyawa'. Tercatat dalam kurun waktu 2 tahun, ia memberikan 6 vonis mati. Jumlah itu bisa bertambah karena ia sedang membacakan putusan kepada 4 gembong narkoba.

Hakim Sorta memang dikenal tegas dan disiplin saat menjalankan persidangan. Para terdakwa agaknya ketar ketir bila Sorta memimpin jalannya persidangan. Bagaimana tidak, wanita asal Bandung ini tidak segan-segan memberikan hukuman mati kepada terdakwa bila sesuai dengan fakta di persidangan.

"Ibu Sorta memang dikenal tegas dan disiplin. Selama dua tahun terakhir telah memberikan vonis mati terhadap 6 orang," kata humas PN Siak, Desber Bertuah Naibaho kepada detikcom, Kamis (28/5/2015).

Dalam catatan detikcom, vonis mati pertama kali dalam dua tahun terakhir dijatuhkan kepada Purwanto (27) pelaku pembunuh berencana terhadap eks Kadis Kelautan dan Perikanan Kab Bengkalis, Riau.

Selanjutnya, vonis mati dijatuhkan kepada Herris Marbun, pelaku pembunuhan janda Mahmuda (40) dan anaknya Arif (10). Pelaku selain membunuh juga memperkosa mayat janda. Di mata mantan Ketua PN Batam itu, tidak ada hal yang meringankan terhadap Herris. Hukuman mati ini dikuatkan oleh Mahkamah Agung (MA).

Vonis mati lainnya, diberikan kepada 3 terdakwa kasus mutilasi 7 orang yang menggemparkan di Kabupaten Siak. Mereka yang menerima vonis mati adalah, Muhamad Delvis (20), Supiyan (26) dan Dita Desma (19). Vonis mati itu diberikan pada 12 Februari 2015 lalu.

Kini, Kamis (28/5/2012), Sorta kembali memberikan hukuman mati kepada AR Ibrahim (48) warga asal Aceh yang tinggal di Bandung. Ibrahim merupakan gembong narkoba. Terpidana merupakan pemilik 8 ton ganja yang ditangkap BNN.

Dalam kompolotan ini, nasib 4 orang masih dibacakan oleh Sorta. Satu terdakwa dituntut mati dan sisanya dituntut seumur hidup. Apakah koleksi hukuman mati Sorta akan bertambah? (dtc)
 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »