Aktivis Dukung Pansus DPRD Riau, Desak Pencabutan Izin Perusahaan Perusak Lingkungan

Dibaca: 26198 kali  Rabu,22 April 2015
Aktivis Dukung Pansus DPRD Riau, Desak Pencabutan Izin Perusahaan Perusak Lingkungan
Ket Foto : Demo Aktivis Lingkungan di DPRD Riau
RADARPEKANBARU.COM-Puluhan aktivis berdemo di DPRD Riau sempena Hari Bumi Internasional 2015. Mereka Mendukung Pansus DPRD Riau, mendesak pencabutan izin perusahaan perusak lingkungan. Memperingati Hari Bumi Internasional, puluhan massa yang tergabung dalam Wahana Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan sampaikan orasi di depan Gedung DPRD Riau. Kali ini massa meminta Pansus Lahan DPRD Riau harus transparan terhadap kasus lahan yang ada di Riau. ‎ "‎Hari ini kita mendukung DPRD Riau membentuk Pansus Lahan untuk memverifikasi izin-izin perkebunan yang bermasalah, kerugian negara puluhan triliun,"kata Boy Sembiring, salah seorang orator saat menyampaikan orasinya, Rabu (22/04/15). Kemudian sebutnya, rakyat tidak butuh hanya sekedar verifikasi izin bermasalah, rakyat lebih butuh solusi terkait persoalan sengketa lahan, rakyat lebih butuh keadilan ekologis dari pada hanya sekedar hasil verifikasi tanpa tindak lanjut yang jelas. Untuk itu, DPRD Riau harus berani mencabut izin perusahaan perusak lingkungan‎, perusahaan yang menyerobot tanah masyarakat dengan sepihak. Ia pun menyampaikan beberapa poin yang menjadi tuntutan massa yakni, Negara mesti menghentikan eksploitasi sumber daya alam atas nama pertumbuhan ekonomi maupun perubahan iklim agar terciptanya kesejahteraan masyarakat. Negara melindungi, menghormati dan menjamin hak masyarakat dan hak perempuan untuk mengakses sumber daya di bumi Indonesia, Menghentikan tindak kriminalisasi terhadap lingkungan. Pansus Lahan DPRD Riau harus transparan dan membongkar semua perusahaan yang bermasalah, DPRD Riau harus berani cabut izin perusahaan perusak lingkungan dan mencabut izin perusahaan yang tidak mempunyai izin.‎ (radarpku/rtc)
Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »