Mencari Pemimpin Indonesia dari Kampus Untuk Negeri

Dialog Kebangsaan di UIN Suska

Dibaca: 22016 kali  Sabtu,14 Desember 2013
Dialog Kebangsaan di UIN Suska
Ket Foto : Dialo Kebangsaan
Pekanbaru, (radarpekanbaru.com)-Momentum Pemilu 2014 menjadi waktu yang tepat untuk menyeleksi figur pemimpin nasional. Di sisi yang lain, mahasiswa dan kampus menjadi kawah candradimuka para generasi terdidik. Dengan konteks tersebut, diharapkan “proses seleksi” kepada para pemimpin dapat hadir dan terlaksana dengan baik mengingat peran strategis civitas akademika dalam mengawal perubahan negeri ini.

Krisis multidimensi di berbagai bidang yang ditandai dengan semakin minimnya pemimpin yang berkualitas dan berintegritas, menunjukkan bahwa negeri ini dalam kondisi darurat. Oleh karenanya, diperlukan penyikapan khusus agar Pemilu 2014 nanti tak terlewat begitu saja dan dapat memastikan hadirnya pemimpin yang tepat yang relevan dengan tantangan zaman.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka Kementrian Sosial dan Politik Badan Eksekutif Mahasiswa UIN Suska Riau bekerja sama dengan Pol-Tracking mengadakan suatu kegiatan berupa dialog kebangsaan bertema, "Mencari Pemimpin Indonesia, Dari Kampus Untuk Negeri" yang membantu publik membahas visi, misi strategi, masalah, solusi maupun pemimpin yang tepat bagi negeri ini.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Desember 2013, Pkl. 09.00 hingga 12.30 WIB. Dialog ini menghadirkan beberapa tokoh nasional seperti Dr. Ir. Akbar Tanjung (Ketua Dewan Pertimbangan Golkar periode 2009-2014 dan Ketua DPR RI periode 2004-2009), Irman Gusman, SE, MBA (Ketua DPD RI periode 2009-2014 dan peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat), Anis Matta (Presiden PKS dan Wakil Ketua DPR RI 2009-2013), Ir. H. Isran Noor, M.Si (Ketua Asosiasi Kabupaten Seluruh Indonesia 2011-2014 dan Bupati Kutai Timur 2011-2016) dan Hanta Yuda, MA (Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute).

Menurut Zakaria, selaku ketua panitia pelaksana kegiatan ini diharapkan dapat diikuti sekitar 4500 peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan politik bagi mahasiswa sekaligus uji publik kepadapara pemimpin. "Kegiatan ini bertujuan agar kaum akademis yang ada di kampus, mengerti tentang politik dan peran yang bisa dilakukan untuk menyikapinya", ujar Zakaria.

Pendidikan politik dalam arti, memberi pengetahuan dan wawasan kepada para mahasiswa tentang berbagai hal kepemimpinan yang terjadi dan sedang berkembang di tanah air. Bekal ini menjadi penting bagi mahasiswa agar di masa mendatang dapat menjadi problem solver (pemecah masalah) dalam mengatasi berbagai masalah yang terjadi.

"Dialog Kebangsaan ini sudah diadakan di beberapa kampus di seluruh Indonesia dan mendapat banyak respon positif. Karena selama ini, politik hanya dapat diakses oleh segelintir elit dan ujungnya transaksi bukan subtansi. Dengan terlibatnya kampus, maka, ada harapan baru tentang kebaikan dan politik yang bermartabat untuk negeri ini", terang Saidan.(rls)
Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »