Berdarah-darah,Pejabat Pemprov Riau Adu Jotos di Jakarta

Dibaca: 32425 kali  Sabtu,07 Maret 2015
JAKARTA,RADARPEKANBARU.COM-Ketenangan pagi di Mess Pemprov Riau di Jalan Taliraya Jakarta, Sabtu (7/3/15) mendadak berubah gaduh saat terjadi perkelahian fisik antara dua pejabat Badan Penghubung Pemprov Riau tersebut. Tanpa sebab jelas, Zulfikar dan Alfisahri bertinju di dekat ruang makan.

"Entahlah, tak jelas sebabnya. Tau-tau ada ribut-ribut. Saat saya lihat, Pak Zulfikar dan Pak Alfisahri berkelahi, " tutur seorang staf Mess Pemprov kepada wartawan.

Menurut staf yang enggan namanya disebut tersebut, sepertinya yang terjadi bukan perkelahian, melainkan pemukulan, karena Zulfikar tak membalas pukulan Alfisahri meskipun menderita luka hingga berdarah.

"Sepertinya sih Pak Zulfikar yang dipukul Pak Alfisahri dan tidak sempat membalas karena langsung ramai yang memisahkan, " tuturnya.

Dari informasi yang beredar adu fisik dua aparatur pemerintah tersebut dipicu perebutan rumah dinas yang berlokasi di belakang mess. Alfisahri yang hanya menempati salah satu kamar di mess baru pindah dinas di Jakarta ingin membawa serta keluarganya dan tinggal di rumah Pemprov Riau yang ditempati Zulfikar. Tetapi keinginan tersebut ditolak.

Sementara itu Kepala Badan Penghubung Pemprov Riau di Jakarta Burhanuddin alias Boy membenarkan adanya perkelahian dua stafnya tersebut dan sedang mencari penyebabnya untuk diselesaikan, namun dalam pesan songkat yang dikirim ke riauterkini, Boy membantah kalau kedua bawahannya memperbutkan rumah dinas.

"Rumah dinas di Jakarta hanya satu, yaitu yang saya tempati," tuturnya.

Sebagai data tambahan, rumah yang kabarnya diperebutkan Kepala UPT Anjung Riau di TMII dan Kabid Promosi dan Investasi tersebut merupakan rumah yang dibebaskan Pemprov Riau untuk rencana pembangunan menara Riau. Ada satu rumah bulatan yang ditempati Zulfikar dan lima rumah petak yang ditempati para pegawai mess. Mulai dari petugas keamanan hingga petugas kebersihan.

Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau di Jakarta Burhanuddin membenarkan dua pegawainya terlibat perkelahian. Namun ia memastikan penyebabnya bukan masalah rumah dinas.

"Tidak, saya pastikan bukan masalah rumah dinas. Di sini yang dapat rumah dinas kan cuma saya," kata Burhanuddin, Sabtu (7/3/15).

Burhanuddin mengaku memang sudah menerima laporan terkait kelakuan bawahannya tersebut, walau hingga kini belum tahu penyebabnya.

"Saya terus terang belum tahu apa masalahnya sehingga terjadi perkelahian. Jadi saya belum bisa berkomentar banyak," ungkap Burhanuddin.

Burhanuddin janji, lusa baru bisa mempertemukan kedua orang itu serta menuntaskannya agar jangan sampai berlarut-larut. Setelah tahu apa masalahnya, Burhanuddin juga berjanji akan menyampaikannya.

Namun Burhanuddin mengatakan bahwa kasus perkelahian antara dua stafnya belum bisa didamaikan. Bahkan, karena merasa jadi korban tindak kekerasan, Zulfikar, Kepala UPT Anjung Riau di TMII membuat laporan ke Polres Jakarta Barat.

"Ya Pak Zul sudah membuat laporan ke polisi. Kita akan lihat perkembangannya, meskipun tetap akan kita upayakan untuk mendamaikan keduanya," tuturnya kepada riauterkinicom di Mess Pemprov Riau di Jalan Taliraya Jakarta, lokasi terjadinya duel dua aparatur pemerintah tersebut pagi tadi.

Dikatakan Boy (panggilan akrap burhanuddin), laporan Zulfikar terhadap Kabid Promosi dan Investasi Alfisahri juga sudah ditindaklanjuti polisi. Beberapa personil kepolisian sudah mendatangi tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti dan keterangan.

Sebenarnya, lanjut Boy, kasus tersebut bisa saja selesai dengan perdamaian, jika terjadi pembicaraan antarpihak. Masalanya, justru Alfisahri sebagai terlapor justru sudah kembali ke Pekanbaru.

"Pak Al sudah kembali ke Pekanbaru setelah peristiwa tadi. Padahal, kalau ada dan dilakukan mediasi bersama polisi, bisa didamaikan," sesal Boy.

Dalam kesempatan tersebut, Boy juga kembali membantah kalau perseteruan Zulfikar dan Alfisahri dipicu rumah di belakang Mess Pemprov Riau. Rumah tersebut memang ditempati Zulfikar, tetapi pemicunya bukan masalah tersebut, melainkan seperti ada masalah yang belum tuntas antara keduanya.

"Ini bukan terkait masalah rumah yang ditempati Pak Zul. Juga tak terkait dengan masalah dinas, karena ini hari libur, tetapi sepertinya memang ada masalah antara keduanya. Mungkin masalah saat sama-sama masih bertugas di Pekanbaru, di mana keduanya pernah sama di Satpol PP," tutur Boy.(radarpku/rtc)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »