Diduga Takut Didemo Mahasiswa Riau Jokowi Dikabarkan Batal Blusukan ke Pasar Bawah

Polresta Pekanbaru Tolak Surat Pemberitahuan Aksi Mahasiswa

Dibaca: 25962 kali  Selasa,25 November 2014
Polresta Pekanbaru Tolak Surat Pemberitahuan Aksi Mahasiswa
Ket Foto : Meme Jokowi (sumber twitter.com)
RADARPEKANBARU.COM - Polresta menolak menerima surat pemberitahuan rencana aksi demo Jokowi yang diantarkan oleh Mahasiswa, pihak kepolisian berdalih surat tidak bisa diterima karena menurut mereka untuk pengamanan kedatangan RI 1 ada di tangan TNI bukan Polri, polri sifatnya hanya mengamankan lalulintas dan selebihnya pengamanan ada di tangan TNI. Aliansi Mahasiswa Riau (AMR) yang mendatangi Polresta Pekanbaru guna memberitahu terkait rencana aksi pada saat kedatangan Presiden Jokowi ditolak oleh Sat Intelkam Polresta Pekanbaru.

Demikian disampaikan Alamsah koordinator lapangan dari Aliansi Mahasiswa Riau (AMR), kepada radarpekanbaru.com, Selasa (25/11).

Menurut Alamsah, pihak Polresta mengingatkan dengan tegas bahwa jika Aliansi Mahasiswa Riau (AMR) tetap akan melakukan aksi pada saat kedatangan Jokowi maka akan dibubarkan paksa oleh TNI sebagai pengaman Ring 1 (satu) Presiden Jokowi." kami hanya bisa menitip surat di bagian piket, karena Sat Intelkam Polresta Pekanbaru yang biasa menerima dan menerbitkan STTP Aksi menolak menerima surat pemberitahuan dari kami," kata Alamsah.


Sebagaimana diketahui dalam rangka menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo ke Riau, Rabu (26/11/14) besok. Polda Riau dan TNI Angkatan Darat, mengeluarkan status Siaga I, dengan menerjunkan Tim guna mengamankan orang nomor 1 di Indonesia itu saat mendarat di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

TNI-AD bersama Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) berada di Ring I. Mulai Selasa (25/11/14) TNI-AD sudah mulai melakukan sterilisasi area dan kawasan rute kunjungan Presiden dari PDI Perjuangan itu.

Danrem 031 Wirabima, Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto melalui Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) Mayor Syafrianto mengatakan, dalam rangkaian pengamanan tersebut, TNI-AD akan menurunkan jajaran Arhanud C-13, Batalyon-132, Kavaleri, Denrudal, Korem, Kodim, serta jajaran lainnya.

Bahkan dalam hal ini, Satuan Inteligent berpakaian safari juga disebar dibeberapa titik vital.

"Kita berada di Ring I dan Ring II, seluruh divisi kita libatkan sesuai spesifikasinya. Kita melakukan sterilisasi area, dimana sesuai protokoler, Pak Presiden akan tiba di Lanud (Pangkan Udara), dan terbang ke kabupaten Kepulauan Meranti dengan Helikopter, lalu kembali ke Pekanbaru," katanya.

Bahkan, TNI AD menetapkan status Siaga I terkait kedatangan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. "Sesuai intruksi, kita siaga I," pungkasnya.

Sementara itu, untuk jajaran Polda Riau, juga turut menurunkan sekitar 1.700 personil guna pengamanan tersebut, yang terdiri dari unsur Sabhara, Brimob, Reserse, Polantas dan lainnya, yang berada di Ring II.

"Kita di Ring II, namun tidak menurunkan anggota Sniper," terang Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK.

Dari sumber terpercaya Jokowi membatalkan kunjungan blusukan ke pasar bawah, karena banyaknya demo penolakan dari masyarakat dan mahasiswa pekanbaru yang tidak menginginkan jokowi menginjakkan kaki di bumi lancang kuning. " sepertinya jokowi membatalkan kunjungan ke pasar bawah, karena untuk meminimalisir bentrok antara mahasiswa dan aparat di lapangan," jelas sumber radarpekanbaru.com yang tidak ingin namanya ditulis.

Sekiranya wajar Jokowi mendapat penolakan dari mahasiswa dan masyarakat Pekanbaru untuk diketahui di kota Pekanbaru sendiri pada pilpres yang lalu Jokowi-JK kalah telak dari pasangan Prabowo-Hatta dengan selisih suara yang signifikan, karena dari awal masyarakat Pekanbaru tidak menginginkan Jokowi jadi Presiden. (rom)
Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »