Proyek-Proyek Janggal TA 2013

Jawahir Tinggalkan Jejak Korupsi didinas Pendidikan Kampar

Dibaca: 30374 kali  Rabu,05 November 2014
BANGKINANG, RADARPEKANBARU.COM - Berdasarkan data Kaukus Global Transparansi yang diterima radarpekanbaru.com,terkait adanya dugaan unsur kelalaian pada SKPD dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten kampar yang mengakibatkan negara dirugikan miliyaran rupiah. Kaukus global Transparansi mengatakan bahwa ada banyak modus permainan yang dilakukan oleh oknum didinas pendidikan kampar. Mulai dari dengan sengaja tidak melampirkan spesifikasi barang yang diserahkan pada saat dilakukannya Berita Acara Serah Terima (BAST) kepada pihak ketiga atau masyarakat yang menerima barang, hal ini dilakukan untuk menutupi banyaknya pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai dengan standar spesifikasi yang telah di tentukan.

"Ini akal-akalan orang dinas dan rekanan, mau mencari untung dengan jalan pintas", kata Romzizi dari Kaukus global Transparansi.

Setidaknya terdapat barang dan jasa yang diserahkan kepada pihak masyarakat atau pihak ketiga sebesar Rp 845.073.600,-(delapan ratus empat puluh lima juta tujuh puluh tiga ribu enam ratus rupiah) yang belum di ketahui secara pasti kapan diserahkan kepada pihak yang menerima karena pada BAST tidak tercantum tanggal penyerahan barang. Parahnya lagi ada kegiatan pengadaan barang dan jasa yang di serahkan kepada pihak ketiga sebesar  Rp 3.958.917.000,-(Tiga koma sembilan miliar) belum ada Berita Acara Serah Terima (BAST) nya, tapi justru pembayaran pada kegiatan telah di bayar lunas pada TA 2013.

Romzizi dari LSM Kauskus Global Transparansi mengaku bahwa data yang mereka kantongi adalah data yang telah diteliti dari Laporan hasil pemeriksaan keuangan (LHPK) BPK RI nomor : 09.B/LHP/XVIII.PEK/05/2014," Mereka bermain pada proyek pengadaan barang dan jasa kebanyakan pada pengadaan mobiler dan alat peraga untuk sejumlah sekolah di kabupaten Kampar," katanya.

Menurut Romzizi adapun pihak yang turut bertanggung jawab dalam hal ini yakni mereka yang terkait dengan Pengguna Anggaran (PA) atau Kuasa pengguna anggaran (KPA)." Jawahir mantan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Kampar TA 2013 dialah orang yang harus bertanggung jawab atas borok di SKPD tersebut", tegas Romzizi. (lam)
Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »