Oknum Wakil Ketua DPRD Diciduk Saat Berduaan dengan Istri Orang di Hotel

Dibaca: 40138 kali  Sabtu,30 November 2013
Oknum Wakil Ketua DPRD Diciduk Saat Berduaan dengan Istri Orang di Hotel
Ket Foto : Ilustrasi
KUPANG,(radarpekanbaru.com)-Tim Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Polda NTT menjaring lima pasangan selingkuh di tiga hotel di Kota Kupang, Jumat (29/11/2013) kemarin.

Satu dari lima pasangan yang terjaring adalah oknum Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, berinisial YM, bersama wanita yang diduga selingkuhannya.

Wanita itu diketahui bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintah Kabupaten Kupang.

Sebuah sumber di lingkup Polda NTT membenarkan kabar ditangkapnya YM dalam razia pekat itu. YM diciduk saat berduaan dengan wanita yang sudah bersuami itu di Hotel WL di Penfui Kupang.

Namun, YM yang dikonfirmasi via telepon selulernya, membantah telah terjaring dalam operasi tersebut. Dia berkilah, kehadirannya di Polda NTT untuk urusan keluarga.

"Beta (saya) di Polda NTT itu ada urusan lain. Tetapi saat tiba di sana orang-orang yang terjaring itu ada dan pas dikasih turun," kata YM.

Satu dari empat pasangan selingkuh lainnya terjaring di Hotel WL, berinisial YN dan LJ. Tiga pasangan lainnya, dua pasangan masing-masing berinisial RN dan AM, serta AS dan SW terjaring di Hotel TL di Oesapa.

Satu pasangan lagi terjaring di sebuah homestay di Lasiana. Profesi dari empat pasangan selingkuh itu, diantaranya sebagai guru, pegawai swasta dan ibu rumah tangga.

Rata-rata empat pasangan yang terjaring dalam operasi itu sudah berusia paruh baya. Status empat pasangan selingkuh itu rata-rata memiliki suami atau istri yang sah. Usai menjalani pemeriksaan hingga sore hari, pasangan selingkuh itu dipulangkan.

Para pasangan selingkuh itu dikenakan wajib lapor di Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda NTT.

Beberapa pasangan yang ditanya polisi saat keluar dari Polda NTT mengaku kapok dengan aksi yang mereka lakoni. Mereka mengaku bertobat tidak mengulangi perbuatan yang sama.

Kepala bidang Humas Polda NTT, AKBP Okto Riwu, yang dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya operasi pekat tersebut.

Operasi pekat menyasar penginapan yang diduga digunakan sebagai tempat mesum pasangan selingkuh. Namun untuk alasan privasi, Okto tidak menyebutkan siapa saja yang terjaring dalam operasi pekat tersebut.

"Dari aspek hukum, operasi pekat merupakan  penertiban, sehingga pasangan selingkuh yang terjaring ini akan dipulangkan ke rumah masing-masing karena tidak ada unsur pengaduan dan tidak ada yang merasa dirugikan, terkecuali ada yang menuntut baru ditindaklanjuti menurut aturan hukum yang ada," ujar Okto lagi.(ram)

Sumber: Sriwijaya Pos
Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »