Sebab Turunnya Ayat 221 Al-Baqarah Soal Nikah Beda Agama

Dibaca: 2760 kali  Rabu,02 Desember 2020
Sebab Turunnya Ayat 221 Al-Baqarah Soal Nikah Beda Agama
Ket Foto : ilustrasi internet

RADARPEKANBARU.COM - Surat Al-Baqarah ayat 221  adalah ayat pertama yang sering menjadi awal pembahasan mengenai pernikahan beda agama, dimana berisi pesan larangan untuk menikah dengan yang bukan seagama.

“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun Dia menarik hatimu. dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun Dia menarik hatimu. mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS Al-Baqarah: 221)

Adapun sebab turunnya ayat tersebut diceritakan dalam dua riwayat masyhur yang sering dikutip ulama tafsir dalam banyak kitabnya. Pertama, riwayat Ibnu Abbas RA yang menceritakan sebagai berikut: 

Salah seorang sahabat Nabi bernama Abdullah bin Rawahah mempunyai budak perempuan hitam, lalu kemudian karena kejadian tertentu akhirnya Abdullah bin Rawahah marah besar dengan budaknya, lalu beliau menamparnya.

Kejadian ini akhirnya diceritakan kepada Rasulullah SAW, lalu kemudian Rasulullah SAW bertanya, “Bagaimana keadaan budakmu itu, wahai Abdullah?” Lalu dijawab, “Dia berpuasa, sholat, berwudhu, dan dia juga bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Engkau adalah utusan Allah." Maka seketika Rasul mengatakan bahwa dia adalah Muslimah.

Kemudian Abdullah bin Rawahah bersumpah untuk memerdekakannya dan menikahinya. Masyarakat setempat pada waktu itu ramai memberitakan pernikahan Abdullah bin Rawahah dengan mantan budak perempuannya, seakan itu adalah pernikahan yang hina, sehingga mereka menyayangkan hal itu terjadi.

Ramainya pemberitaan negatif ini disebabkan karena pada waktu yang bersamaan adanya fenomena yang tengah ramai di masyarakat Arab dimana mereka senang menikahi perempuan musyrik karena biasanya mereka  mempunyai jabatan bagus atau berpangkat. 

Dengan kejadian seperti ini, maka turunlah QS Al-baqarah ayat 221, sebagai jawaban bahwa apa yang dilakukan Abdullah bin Rawahah bukan sebuah hal yang buruk.(rep)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »