Hinaannya Viral di Medsos, Imam Masjid di Chichago Mundur

Dibaca: 2691 kali  Rabu,29 Juli 2020
Hinaannya Viral di Medsos, Imam Masjid di Chichago Mundur
Ket Foto : ilustrasi internet

ILLINOIS—Seorang imam di sebuah masjid di daerah pinggiran Kota Chicago, Amerika Serikat mengundurkan diri setelah video dirinya menghina seorang Muslimah  tersebar di media sosial.  

Asosiasi Muslim Bolingbrook mengumumkan pengunduran diri Imam Ibraheem Lunat pada Jumat (24/7) lalu, setelah seorang wanita muda di komunitas masjid menerbitkan petisi yang menggambarkan beberapa video dan foto dirinya di Instagram yang diposting Lunat. 

Pimpinan Komite Masjid mengatakan, Lunat baru bekerja di Masjid Al-Jumu’ah kurang dari setahun. Dia bertugas sebagai imam utama, dan memimpin pengajian Alquran untuk kaum muda. 

Dalam video yang diunggah Lunat 2019 lalu, dia mengatakan sejumlah penghinaan rasis yang merujuk pada cara berpakaian seorang wanita Muslim. Dia juga menyinggung parfum yang dikenakan wanita tersebut, dan menyebutnya dengan kata-kata yang vulgar.  

Pada Juni lalu, Presiden MAB Aamer Abdul-Jaleel meminta Lunat untuk menghapus unggahannya. Di sisi lain, dewan masjid hanya memberikan cuti di luar tanggungan, tidak dibayar, alih-alih memecatnya.  

Abdul-Jaleel, yang mengepalai dewan penasihat mengatakan, dewan dan komite tidak sadar sejauh mana aktivitas media sosial, dan dampak yang ditimbulkan dari unggahan Lunat. "Banyak hal yang kami tahu saat itu sangat berbeda dari apa yang kami ketahui hari ini," kata Jaleel yang dikutip di RNS, Rabu (29/7).  

"Berdasarkan apa yang kami ketahui pada saat itu, kami memang menganggapnya tidak pantas tetapi kami masih menemukan alasan untuk memberikan kesempatan kedua,” sambungnya. 

Namun setelah melihat video dan posting lainnya, komentar dan penyebaran video, para dewan meminta Lunat untuk mengundurkan diri.  

Imam Haroon Ahmed, salah satu imam utama masjid menanggapi hal ini dengan keprihatinan dan menyarankan Lunat untuk mundur dan fokus pada perbaikan akhlak dan spiritualnya.  

“Apakah saya akan baik-baik saja mengirim putra dan putri saya untuk belajar (mengaji) kepada seseorang yang justru menunjukkan kesalahan penilaian dalam hal moralitas?” ujar Ahmed.  

Dalam pernyataan resminya, Ahmed juga meminta pihak masjid untuk memberikan pelatihan terkait sensitivitas, inklusivitas, kepemimpinan dan pengembangan masjid yang sesuai dengan syariah. Dia juga meminta dewan masjid untuk membuka posisi bagi perempuan dan menunjuk seorang koordinator pengelola media sosial.   

“Seluruh orang harus menjadi bagian dari diskusi ini. Sebuah komunitas tidak hanya diisi oleh laki-laki, tetapi juga mencakup perempuan dan remaja, dan perasaan mereka juga harus dipertimbangkan,” ujarnya.(rep)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »