AS Bakal Blokir Aplikasi TikTok

Dibaca: 3149 kali  Rabu,08 Juli 2020
AS Bakal Blokir Aplikasi TikTok
Ket Foto : ilustrasi internet

WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan, bahwa AS tengah menimbang untuk kemungkinan memutuskan melarang aplikasi media sosial dari Cina. Salah satunya adalah TikTok. "Saya tidak ingin mendahului Presiden (Donald Trump), tetapi itu salah satu yang tengah kami selidiki," kata Pompeo dalam wawancara dengan Fox News, Senin (6/7) malam waktu setempat.

 

Anggota parlemen AS telah meningkatkan kekhawatiran keamanan nasional atas penanganan data pengguna TikTok. Mereka khawatir tentang undang-undang Cina yang mewajibkan perusahaan domestik untuk mendukung dan bekerja sama dengan tugas intelijen Cina.

 

Pernyataan Pompeo datang di tengah meningkatnya ketegangan AS-Cina terkait penanganan wabah virus korona tipe baru atau Covid-19, tindakan Cina di Hong Kong, dan perang dagang hampir dua tahun terakhir. Meski kreasi Cina, aplikasi TikTok  telah berusaha menunjukkan diri sebagai aplikasi global dan tidak terikat pada Cina.

 

Juru bicara Tiktok mengatakan, akan keluar dari pasar Hong Kong dalam waktu beberapa hari, Senin (6/7) malam. Keputusan itu diambil dari pertimbangan perusahaan teknologi lain, termasuk Facebook Inc, telah menangguhkan respons atas pemerintah Hong Kong yang meminta data pengguna di kota tersebut. 

 

"Mengingat peristiwa baru-baru ini, kami telah memutuskan untuk menghentikan operasi aplikasi Tiktok di Hong Kong," kata juru bicara Tiktok dalam menanggapi pertanyaan Reuters tentang komitmennya terhadap pasar. Aplikasi video pendek milik ByteDance yang berbasis di Cina telah membuat keputusan untuk keluar dari wilayah tersebut. Hal ini terjadi setelah Cina menetapkan Undang-Undang Keamanan Nasional baru untuk kota semi-otonom. 

 

Perusahaan yang sekarang dijalankan oleh mantan eksekutif Walt Disney Co, Kevin Mayer, telah mengatakan di masa lalu, bahwa data pengguna aplikasi tidak disimpan di Cina. Pada akhir tahun lalu, TikTok dituduh telah mentransfer sejumlah besar data pengguna ke Cina. 

 

Dikutip dari BBC, tuduhan itu bahkan diajukan gugatan perwakilan kelompok di AS karena dugaan perusahaan diam-diam mengambil konten tanpa persetujuan pengguna.  Data dikirim ke dua server di Cina, didukung oleh Tencent dan Alibaba. Tuduhan ini pun langsung disangkal oleh perusahaan. Tiktok diperkirakan memiliki sekitar setengah miliar pengguna aktif di seluruh dunia pada akhir tahun lalu.

 

Sebelumnya, pemerintah India juga memblokir 59 aplikasi yang terhubung ke Cina. Puluhan aplikasi itu dianggap menimbulkan ancaman bagi keamanan dan kedaulatan negara tersebut.

 

TikTok, UC Browser, WeChat, dan SHAREiT termasuk dalam aplikasi yang diblokir. Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India mengungkapkan pihaknya telah menerima banyak keluhan dari berbagai sumber, termasuk beberapa laporan tentang penyalahgunaan sejumlah aplikasi seluler yang tersedia di platform Android dan iOS.

 

Contoh penyalahgunaan itu adalah pencurian data pengguna. Data tersebut kemudian ditransmisikan secara ilegal ke server di luar India. Tindakan itu dianggap membahayakan keamanan dan pertahanan nasional India. 

 

“Mengingat sifat ancaman yang muncul, (Kementerian Teknologi Informasi) telah memutuskan memblokir 59 aplikasi karena mengingat informasi yang tersedia, mereka terlibat dalam kegiatan yang merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara, dan ketertiban umum,” kata Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India dalam keterangannya pada Senin (29/6), dikutip laman Anadolu Agency.

 

Beberapa menit setelah penguman itu, akun TikTok pemerintah India MyGov dinonaktifkan. Akun tersebut memiliki 1,1 juta pengikut. Belum lama ini hubungan India dengan Cina sempat dibekap ketegangan. Hal itu disebabkan bentrokan yang melibatkan pasukan kedua negara di Lembah Galwan, Ladakh. Daerah itu termasuk dalam Line of Actual Control (LAC), yakni perbatasan de facto Cina dan India.

 

Meski tanpa kontak senjata, bentrokan mengakibatkan 20 tentara India tewas. Sementara Cina disebut memiliki 40 korban jiwa, termasuk seorang komandan. Cina telah membantah laporan itu, tapi ia enggan mempublikasikan jumlah pasukannya yang menjadi korban. 

 

India dan Cina saling tuding sebagai pihak yang terlebih dulu melanggar LAC. Hal itu tak terlepas dari klaim teritorial kedua negara yang tumpang tindih di wilayah tersebut.

 

Medan di sepanjang LAC diketahui berupa sungai, danau, dan tebing bersalju. Hal itu menyebabkan garis pembatas kedua negara samar serta dapat bergeser. Alhasil pasukan patroli perbatasan kedua negara kerap bersinggungan dan tak jarang memicu perkelahian atau kontak fisik. India dan Cina telah sepakat meredam ketegangan di perbatasan. Mereka menjalin dialog dan konsultasi, baik di level diplomatik maupun militer.(rep)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »