Berbuat Baik kepada Keluarga

Dibaca: 2073 kali  Sabtu,27 Juni 2020
Berbuat Baik kepada Keluarga
Ket Foto : ilustrasi internet

RADARPEKANBARU.COM - "Sebaik-baik kalian adalah yang berbuat baik kepada keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku." (HR Tirmidzi).

Agama memberi iming-iming pahala yang begitu besar bagi setiap perbuatan baik. Semakin sulit perbuatan baik tersebut, semakin besar imbalannya. Termasuk dalam hal ini, berbuat baik kepada keluarga.Setiap materi yang diberikan, kalimat baik yang diucapkan, sikap baik yang ditunjukkan, semua bernilai sedekah. Jika ada dua orang sama-sama miskin, yang lebih dulu diberi adalah yang paling dekat kekerabatannya dengan kita.

 

Jika ada dua orang yang sama-sama butuh diajarkan, yang paling di depan juga yang terdekat dengan kita. Jika ada orang yang sama-sama butuh ditolong, yang diprioritaskan adalah yang hubungan kerabatnya lebih dekat dengan kita.

 

Mendapatkan pahala dari berbuat baik kepada keluarga tampaknya menjadi sangat mudah, tapi sesungguhnya juga bisa sangat sulit. Mudah, karena kecil sekali kemungkinan niat akan tercemar. Sulit, karena tidak ada pamrih lahir yang ingin diraih.

 

Sebagai makhluk jasadi, pertimbangan-pertimbangan lahir, lebih sering mendasari sikap diri terhadap orang lain. Karena lebih mudah diindera, manis dan pahitnya juga langsung terasa. Berbeda dengan imbalan batin, nikmatnya tak langsung terasa lezat, ruginya tak langsung tampak di depan mata.

 

Untuk dinilai baik oleh orang lain, hanya diperlukan beberapa kali perbuatan baik, hingga kita sampai pada penilaian itu. Sedangkan kepada keluarga, itu belum cukup. Namun, mesti dilakukan secara persisten. Karena merekalah orang-orang terdekat dalam lingkaran hidup kita. Kebaikan perlakuan kita mereka yang pertama menerimanya, begitu pun buruknya sikap kita mereka juga yang pertama menderita.

 

Mereka juga manusia yang terdekat dengan kita. Sehingga, potensi konflik pun semakin tinggi. Berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kita, itu wajar. Berbuat baik kepada orang yang tidak menyakiti kita, itu baik. Berbuat baik kepada orang yang menyakiti kita, itu baru luar biasa. Dan itu biasanya terjadi di dalam dan terhadap keluarga kita sebelum kepada orang lain.

 

Maka, upayakan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan di luar rumah, kepada atasan kita, kepada teman sejawat, bisa kita lakukan juga di rumah. Jika kita mudah tersenyum, ringan tangan membantu orang lain, pastikan ayah, ibu, suami, istri, dan anak-anak anda mendapatkan hal serupa.

 

Jika kita mudah sekali bersikap ramah terhadap orang lain, pastikan juga seperti itu pula yang anda lakukan di rumah. Sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan terhadap orang lain, pastikan pula keluarga kita sudah merasakannya.

 

Berbuat baik kepada keluarga adalah bentuk ketulusan yang paling murni, dan keikhlasan yang sejati. Di hadapan keluarga, tidak ada citra yang mesti dijaga, tidak ada pamrih yang ditagih, tidak ada imbalan yang dinantikan. Maka, kebaikan kepada ayah, ibu, suami, istri, dan anak-anak, itu semata karena ingin berbuat baik kepada mereka, sembari mengharap pahala dari Sang Pencipta.

 

Dari Uqbah bin Abi Mu'ith, Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah kepada muslim adalah sedekah, sedangkan kepada kerabat (keluarga) adalah sedekah dan silaturahim." (HR Tirmizi dan Nasai). Wallahu a'lam.(rep)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »