UAS Soal Kebijakan Menag Larang Wanita Bercadar di Pemerintah

Dibaca: 5028 kali  Senin,04 November 2019
UAS Soal Kebijakan Menag Larang Wanita Bercadar di Pemerintah
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM.Ustaz Abdul Somat (UAS) menjelaskan mengenai hukum dan aturan mengapa wanita muslim harus bercadar. Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Agama RI Fachrul Razi yang membuat peraturan melarang perempuan bercadar di lingkungan instansi pemerintah.

UAS merujuk hukum wanita muslim menggunakan cadar pada dua ulama besar dari Timur tengah. Diantaranya Syekh Ibnu Utsaimin yang menurut pendapatnya wanita muslim itu harus menggunakan cadar. Pendapat kedua merujuk pada Syekh Al-Bani yang juga menyebutkan bawah wanita muslim wajib hukumnya menggunakan cadar.

Terhadap 2 pendapat ini UAS menempatkan pendapatan di posisi tengah. UAS tidak menganjurkan salah satu dari pendapat syekh tersebut. Namun seorang perempuan yang memakai cadar jauh lebih bagus. Pada saat menjadi dosen di UIN Suska Riau UAS juga punya pengalaman dari mahasiswinya yang bercadar. Cerita UAS, salah satu alasan mengapa mahasiswinya itu menggunakan cadar supaya mata dosen saat mengajar di kelas tidak jelalatan.

"Mahasiswi tempat saya pakai cadar bagus. Mahasiswi bagus pakai cadar biar dosen tak jelalatan matanya. Anak-anak gadis bagus pakai cadar. Tapi kasihan pas saat makan, diblender tuh nasi disedot pakai lidah," kata Abdul Somad dalam sebuah ceramahnha.

Dari cuplikan video dakwah UAS yang dilansir dari akun Twitter @WWDC19_, Jumat (1/11/2019), Staf pengajar di di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska), Riau, juga menceritakan seorang mahasiswi yang dilarang menggunakan cadar saat bertemu dengan dosen.

"Mahasiswi yang pakai cadar keluar dari lokal (tempat) saya. menangislah mahasiswi masuk ke ruangan saya. Waktu itu saya punya jabatan jadi sekretaris LPM (Lembaga Penjamin Mutu). Saya mengundurkan diri karena mutu tak naik-naik, saya keluar," ungkap UAS.

"Kamu kenapa? 'Dosen saya melarang masuk pak, karena saya harus lepas cadar, tapi saya enggak mau'. Saya merekom kamu menghadap ke rektor bahwa ini bilal. Rektor memenangkan dia.

Dia boleh pakai cadar, dosen memperbolehkan mahasiswa pake cadar," katanya Maka dari itu, ia menyayangkan adanya pelarangan cadar. "Kenapa pakai cadar dilarang? yang bercelana sempit didiamkan," kata dia. (bpc)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »