LAM Pekanbaru Bentuk Tim Khusus Soal Desakan Pencabutan Gelar Adat Walikota Firdaus

Dibaca: 2136 kali  Senin,07 Oktober 2019
LAM Pekanbaru Bentuk Tim Khusus Soal Desakan Pencabutan Gelar Adat Walikota Firdaus
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM.Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru membentuk tim khusus. Tim ini dibentuk untuk melakukan kajian mendalam atas desakan pencopotan gelar adat Walikota Pekanbaru, Firdaus sebagai Datuk Bandar Setia Amanah.

"Kita (LAM Pekanbaru, red) tadi telah diskusi bersama para tokoh-tokoh yang ada di kota ini. Hasilnya kita akan bentuk tim. Nah, tim inilah nanti yang akan bekerja, mencari data dan fakta, hingga penilaian, langkah apa yang akan dilakukan LAM Pekanbaru nanti," ujar Ketua MKA LAM Pekanbaru Datuk Said Usman Abdullah.

Desakan pencopotan gelar adat Firdaus datang dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Riau (GMP2R). GMP2R menganggap Firdaus sudah tidak layak menyandang gelar adat tersebut. Langkah membentuk tim ini, papar Datuk Said Usman, ditempuh karena evaluasi dan penilaian terkait tuntutan sebelumnya, tentu harus diambil dari kedua pihak. Sehingga keputusan yang akan diambil LAM Pekanbaru benar-benar bisa dipertanggungjawabkan.

"Ini masih ada tahapan lagi, Senin nanti kita akan undang pemerintah kota (Pemko) untuk memberi penjelasan walikota. Karena yang menjadi sorotan dan pertanyaan itu ketika beliau ke Kanada, padahal disini ada asap yang sangat parah," sambungnya.

LAM Pekanbaru menggelar diskusi dengan para tokoh masyarakat dan agama pada Sabtu kemarin. Selain Selain para petinggi LAM Pekanbaru, juga hadir H Ahmad Bebas, Fahruddin Bakar, Syahril Rais, Nasir Penyalai, Afrizal DS dan beberapa tokoh lainnya.

Sementara itu, di tengah pelaksanaan pembahasan antara LAM Pekanbaru dengan para tokoh, ternyata desakan pencabutan gelar adat Datuk Bandar Setia Amanah dari Firdaus juga mendapat tanggapan protes dari Pemuda Pancasila (PP) Kota Pekanbaru.

Menurut salah seorang perwakilan PP, pencabutan gelar ini sebaiknya tidak perlu dilakukan. Mengingat, gelar tersebut juga akan terlepas setelah jabatannya berakhir dua tahun lagi.

"Kami merupakan bagian dari masyarakat Pekanbaru dan kami memohon LAM Pekanbaru untuk tidak mencabut gelar yang sudah diberikan walikota. Biarlah gelar itu disematkan sampai akhir masa jabatan beliau," jelas salah satu perwakilan PP ketika hadir di audiensi LAM Pekanbaru dan tokoh masyarakat. (bpc)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »