Kades Binamang Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Dana Desa ?

Dibaca: 3529 kali  Sabtu,05 Oktober 2019
Kades Binamang Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Dana Desa ?
Ket Foto : Ilustrasi

RADARPEKANBARUCOM- Menurut sumber Radar Kepala Desa Binamang  Kecamatan XIII Koto Kampar, AF ditetapkan sebagai tersangka tipikor.

"Sudah dilaporkan warga,juga sudah diproses dan sudah tersangka bang, silahkan cek, rencana kami juga mau demo mempertanyakan kasus ini " kata sumber Radar yang tak ingin namanya di ekspose, sabtu (05/10/2019).

Menelusuri kebenaran informasi ini Radar mencoba mengkonfirmasi ke pihak kejaksaan, namun Kajari Kampar belum bisa ditemui mengingat hari hari libur.

Tidak henti sampai disitu Radar juga mencoba menghubungi Kades AF via seluler namun tidak diangkat.

Sebagaimama diketahui sebelumnya Kepala Desa Binamang  Kecamatan XIII Koto Kampar, AF, dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kampar pada Rabu (11/9/2019) lalu oleh warganya sendiri.

Berdasarkan keterangan salah seorang warga, H Syamsuddin, kepada wartawan, Senin (16/9) kemarin, mengungkapkan, pelaporan ini akibat tidak transparannya pengelolaan dana desa.

Menurutnya, pelaporan itu disetujui dan ditandatangani oleh ratusan warga termasuk disetujui oleh para pemuka masyarakat.

''Contohnya lapangan, dananya 265 juta. Rumput kami tanya  ke pemborong 65 juta masuk tanahnya. Pagar sekeliling tak ada, dana perawatan ada,'' sebut Syamsuddin.

Kemudian, terang dia, pengerjaan dan dana proyek pembangunan jalan desa menuju kebun pribadi kades juga disebut tidak terbuka.

''Kami tak tau, berapa dana pembangunan jalan desa menuju kebun dia. Kami tak pernah diajak rapat,'' kata Syamsuddin lagi dikutip dari laman newskpkcom.

Dikatakan Syamsuddin, saat ini, warga masih menunggu tindak lanjut dari laporan mereka ke Kejaksaan Negeri Kampar pada Rabu pekan lalu itu.

''Kami saat ini masih menunggu tindak lanjut laporan kami. Bila tidak ada tanggapan, kami akan melaporkan masalah ini ke Kejati Riau,'' terang pria yang berprofesi sebagai guru ini.

Namun, sebelum itu, ungkap Syamsuddin, warga berencana akan melakukan penyegelan kantor desa.

''Memang payah (AF,red) ini. Dana desa tu banyak, 1,4 miliar,'' pungkas lelaki yang akrab disapa Haji Idin itu. (radarpku) 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »