Pernyataan Sikap, Doktor Hukum Nusantara Tolak RUU KPK

Dibaca: 3054 kali  Senin,09 September 2019
Pernyataan Sikap, Doktor Hukum Nusantara Tolak RUU KPK
Ket Foto : DR Muhamad Nurul Huda,SH, MH

RADARPEKANBARUCOM--Sejumlah pakar hukum lintas perguruan tinggi, menyampaikan pernyataan sikap terkait RUU pelemahan KPK. 

"Jadi kami bersepakat membuat pernyataan sikap ke presiden dan DPR RI" kata DR Muhammad Nurul Huda , Senin (09/09/2019).

Dalam penyataan sikap tersebut, para pakar yang juga dosen lintas perguruan tinggi ini. Menyatakan bahwa RUU KPK murni sebagai sebuah penghianatan terhadap rakyat.

Menurut Huda bahwa hadirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga pencegah dan penindakan korupsi adalah salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan korupsi yang begitu masif, terstruktur dan sistematis.

"Solusi itu  dijawab KPK dengan melakukan pencegahan dan penindakan", kata DR Huda.

Lebih lanjut Huda mengatakan setidaknya semenjak KPK hadir efektif tahun 2003, KPK telah melakukan 123 OTT dengan jumlah tersangka 432 orang.

"Terdiri dari 255 anggota DPR/DPRD (Mantan Ketua/Wakil DPR/DPRD RI, 30 Kepala Daerah (Gubernur/Bupati),6 pimpinan parpol, 27 kementerian dan lembaga (Menteri, Oknum Dirjen, Oknum Jendral Polisi, Oknum Jaksa, Oknum Hakim", jelasnya. 

Muhammad Nurul Huda yang merupakan inisiator Doktor Hukum yang menolak RUU KPK ini mengatakan, bahwa saat ini KPK Ingin dilemahkan oleh DPR melalui RUU KPK. 

"Kami menemukan setidaknya ada berapa point upaya pelemahan KPK lewat RUU KPK ini ", katanya.

Pertama Dewan Pengawas, hadirnya Dewan Pengawas ini membuat penyidik dan pimpinan KPK tidak lagi independen.

Kedua KPK tidak lagi menjadi lembaga Independen karena menjadi lembaga dibawah presiden.

Ketiga penuntut umum KPK tidak lagi independen karena harus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung.

Keempat hilangnya penanganan perkara khusus yang menjadi perhatian publik.

Kelima KPK berwenang mengeluarkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan)

Kelima KPK tidak lagi berwenang mengangkat penyelidik dan penyidik, karena penyelidik dan penyidik harus dari kepolisian

Untuk itu, kami yang menamakan diri,  Doktor Hukum Nusantara dari berbagai profesi, menyatakan sikap menolak Revisi UU KPK dan pelemahan KPK melawan korupsi.

Pernyataan sikap kami ini, akan kami kirim ke Pak Presiden Jokowi dan Ketua DPR RI untuk jadi bahan pertimbangan. 

Adapun nama-nama yang menolak sebagai berikut: 

1. Dr. Muhammad Nurul Huda, SH. MH
2. Dr. Husdi Herman, SH. MM
3. Dr. Rabith Madah Khulaili Harsya, SHI, SH, MHI, MH
4. Dr. Henny Trimira, SH. MH
5. Dr. Riadi Asra, SH. MH
6. Dr. Agus Surachman, S.H. Sp.N.
7. Dr. Adi Sulistiyono, SH. MH
8. Dr. Dedy Muchti Nugroho, SH. M.Hum
9. Dr. Dewa Suartha, SH. MH
10. Dr. Shidarta, S.H., M.Hum.
11. Dr. M. Sadi Is, MH
12. DR. Indah Sri Utari,  SH M.Hum 
13. Dr. Drs. Parasian, SH.MH.
14. Dr. Davit Ramadan, SH.MH.
15. Dr H Sugianto, SH,MH 
16. Dr. Zulfikri T, SH. MH
17. Dr. Zulkarnain S, SH. MH
18. Dr Syahrul Akmal Latif, M.Si
19. Dr. Hj. Sri Wahyuni, SH. M.Si
20. Dr. Muh. As Ari, SH. L.LM
21. Dr. Yovita Arie Mangesti, SH, MH.
22. Dr. Azmi Syahputra SH, MH.
23. Dr. Ujang Bahar, S.H., M. Si.
24. DR. M. Yusuf Daeng, SH. MH
25. Dr. H Mastur, SH. MH
26. Dr. H. Sudiyana, SH. MH
27. Dr. Muhammad Taufiq, SH. MH
28. Dr. Bernard L. Tanya, SH. MH
29. Dr. Kasmanto Rinaldi, SH. MSi
30. Dr. Hari Purwadi, SH. MH
31. Dr. Triyana, SH. MH
32. Dr Endang Yulianti, SH MH.
33. Dr. Rudepel Petrus, SH MH
34. Dr. Slamet Suhartono, SH, MH
35. Dr. dr. Siti Soekiswati, SH. MH
36. Dr. M. Luthfie Hakim, SH. MH
37. Dr. Sekhroni, SH. SAg, MH
38. Dr. Mahmud Mulyadi, SH. M.Hum
39. Dr. Mada Apriandi Zuhir, S.H., MCL
40. Dr. Mas Subagyo Eko Prasetyo, SH. M.Hum
41. Dr. M Saifuddin, SH. M.Hum
42. Dr. Muhammad Imanuddin, SHI. MH
43. Dr. Detji K.E.R. Nuban, SH. M.Hum
44. DR. KPHA. Tjandra Sridjaya Pradjonggo, SH. MH
45. DR. Basuki Rekso Wibowo, SH. MS
46. Dr. Reytman Aruan, SH. M.Hum
47. Dr. Usammah, M.Hum
48. Dr. Lahmuddin Zuhri, SH. M.Hum
49. Dr. Muhammad Rum Nessa, SH. MH
50. Dr. Arrisman, SH. MH
51. Dr. Teguh Pribadi, SH.MH.
52. Dr. Drs. Arman Remy, MS, SH, MH, MM, CIL.
53. Dr. M. J Widijatmoko
54. Dr. Sulardi, SH. MSi
55. Dr. Rossa Ilma Silfiah, S.Ag. S.H. M.Hum.
56. Dr. Budiyono, SH. MH
57. Dr. Ahmad Ali Muddin, SH. MKn
58. Dr. Ta'adi, MH
59. DR. H. Ruben Achmad, SH. MH

Demikian disampaikan. Terimakasih

Indonesia, 9 September 2019

*Doktor Hukum Nusantara*

(press release)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »