Gerindra Emoh Rekonsiliasi, Tapi Masih Ragu Jadi Oposisi

Dibaca: 2084 kali  Selasa,09 Juli 2019
Gerindra Emoh Rekonsiliasi, Tapi Masih Ragu Jadi Oposisi
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menolak rekonsiliasi antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto usai Pilpres 2019. Ia berpandangan rekonsiliasi justru akan mengukuhkan bahwa telah terjadi perpecahan di tengah-tengah masyarakat. "Menurut saya tidak perlu ada rekonsiliasi dan tidak perlu dibesar-besarkan," kata Fadli kepada wartawan di Kompleks Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (8/7) kemarin.



Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini menganggap perbedaan pilihan politik dalam pemilihan umum adalah hal yang lumrah. Menurutnya, perbedaan yang ada akan mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi, bukan sebaliknya. "Masyarakat itu saya kira punya jalurnya sendiri, punya alurnya sendiri. Ya jangan menganggap masyarakat kita ini lebih bodoh lah, dan (masyarakat) punya wisdom sendiri, wisdom inilah yang saya kira harus kita pegang," ujarnya.

 

Fadli justru menilai dorongan untuk secara dilakukan rekonsiliasi akan semakin mengukuhkan perbedaan di tengah-tengah rakyat. Tak hanya itu, ia menganggap dorongan rekonsiliasi juga akan mempertajam polarisasi. "Justru semakin mempertajam (polarisasi), seolah-olah harus rekonsiliasi itu mempertajam dan mengukuhkan perbedaan dan perpecahan sebenarnya, seolah-olah memang ada suatu perpecahan yang tajam," tuturnya.



Meski menolak rekonsiliasi, namun Partai Gerindra hingga kini belum memutuskan akan menjadi oposisi atau merapat ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Gerindra masih menimbang-nimbang berbagai kemungkinan. Fadli mengatakan, keputusan Partai Gerindra berada di dalam pemerintahan atau menjadi oposisi akan diputuskan dalam rapat internal. Rapat internal tersebut akan mempertimbangkan masukan para tokoh bangsa.



"Kita akan duduk, rapat dan mendengarkan masukan dari kabupaten, dari provinsi, dari daerah-daerah, dari tokoh-tokoh masyarakat, dari ulama, dari tokoh agama, dari tokoh intelektual," ungkap Fadli. Usai mempertimbangkan masukan dari para tokoh tersebut, lanjutnya, Partai Gerindra akan memutuskan apakah akan menyokong pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin atau menjadi penyeimbang pemerintahan (oposisi).



"Nah, nanti pada waktunya diputuskan (menjadi oposisi atau tidak). Jadi masih jauh lah nanti, tenang saja, ada waktunya. Waktunya belum mepet," tutupnya. (dtk)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »