Sosialisasi KIE di Kampar, BPOM  Gandeng Anggota Komisi IX DPR RI

Dibaca: 2482 kali  Sabtu,02 Februari 2019
Sosialisasi KIE di Kampar, BPOM  Gandeng Anggota Komisi IX DPR RI
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) gelar kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) sebagai salah satu dari 3 (tiga) Pilar Strategi Sasaran Prioritas Nasional BPOM, Jum'at (1/2) di Desa Tarai Bangun, kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Kegiatan dengan tema 'Cerdas Mengkonsumsi Pangan yang Aman dari Bahan Berbahaya ini dihadiri oleh Kepala BPOM kota Pekanbaru M. Kashuri dan Anggota DPR RI H. Mafirion.

Kegiatan dibuka oleh Camat Tambang Al-Kautsar yang diwakili oleh Sekretaris Camat Abukari. Dalam sambutan-nya ia berpesan agar kegiatan tersebut dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan. "Pembangunan pangan aman dan bermutu merupakan tanggung jawab semua pihak. Kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk terwujudnya kemandirian pangan. Saya berharap agar kegiatan ini dapat meningkatkan keamanan pangan di kab. Kampar khususnya di Desa Tarai Bangun" ujarnya.

Kepala BPOM kota Pekanbaru M. Kashuri mengatakan dalam kegiatan ini BPOM menggandeng DPR RI sebagai mitra kerja. "BPOM merupakan institusi pemerintah dan hadirnya anggota DPR RI guna memastikan agar kegiatan ini berjalan dengan baik" tuturnya.

Dalam pemaparan-nya, Kashuri menyampaikan dalam mengawasi obat dan makanan ada 3 strategi yang dilakukan. Pertama, upaya pencegahan. Masyarakat harus berperan serta dalam mengkonsumsi pangan yang aman. Kedua, Pengawasan. "Kami bersama pemerintah daerah aktif melakukan pengawasan.  Apakah makanan dan obat yang dibuat aman akan kami cek kebenarannya kepada sumber makanan atau obat tersebut" akunya.

Ketiga, penindakan hukum. Oknum yang melakukan kesalahan dan pelanggaran dalam pengelolaan pangan dan konsumsi maka akan ditindak melalui hukum sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

"BPOM secara kontinue tidak hanya mengawasi bahan berbahaya pada makanan tapi juga bahan tambahan pada makanan. Semua bahan tambahan pangan boleh digunakan asal tidak melebihi takaran dan sesuai dengan ketentuan yang ada" sebut Kashuri.

Kashuri menambahkan, ada trik dalam mengkonsumsi pangan yang aman agar tidak mengganggu kesehatan yaitu CEK KLIK (Cek, Kemasan yang Baik, Baca Labelnya, Izin Edar dan Kadaluarsa.

Hal senada disampaikan anggota Komisi IX DPR RI asal provinsi Riau H. Mafirion. Penting bagi masyarakat untuk memahami persoalan pangan dan obat-obatan untuk kesehatan. Menurutnya, di zaman yang modern ini banyak beredar makanan cepat saji yang dengan mudah dikonsumsi masyarakat. Akibatnya, banyak penyakit yang ditimbulkan karena mengkonsumsi makanan yang tidak sehat. "Saya menyarankan kepada kita semua agar kembalilah kepada makanan tradisional kita. Semua penyakit kuncinya makanan. Walaupun zaman berubah, kita harus tetap mempertahankan budaya makan makanan tradisional karena ini kearifan lokal yang harus dijaga.  Yang harus dirubah cara berfikirnya dan harus semakin modren, dengan menerapkan pola makan yang baik dan mengkonsumsi makanan yang sehat" himbaunya.

Mafirion berharap kedepannya kegiatan sosialisasi seperti ini dapat dilakukan terus-menerus ke seluruh desa di Riau. 

"Sehingga masyarakat kita paham dan tetap terjaga kesehatan-nya" tutup Caleg DPR RI 2019 Dapil Riau II ini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Tarai Bangun Andra dan Tokoh Muda Tambang Hadi Almuhajir. (Erik)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »